Umat Dinilai Telah Banyak Merasakan Manfaat Gerakan Muhammadiyah
Selasa, 19 November 2019 - 03:59 WIB
Umat Dinilai Telah Banyak Merasakan Manfaat Gerakan Muhammadiyah
A
A
A
YOGYAKARTA - Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Gunawan Budianto mengatakan, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang bergerak dalam amar makruf nahi mungkar selalu bergerak dan berhikmat untuk memberi untuk negeri.
Tema milad Ke-107 Muhammdiyah yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Tema ini yang memberi semangat Muhamamdiyah untuk selalu berada di garis depan dalam mendampinpi para kaum fakir miskin dan anak yatim, untuk menyongsong masa depan yaitu melalui gerakan mencerdaskan bangsa.
"Memasuki usia 107 gerakan Muhammadiyah telah banyak dirasakan oleh masyarakat, melalui sebuah gerakan yang telah teruji," kata Gunawan Budianto, dalam resepsi milad Muhammadiyah Ke-107 di UMY, Senin (18/11/2019) malam.
Sri Sultan HB X mengatakan, sekarang ini Muhammadiyah sedang mengembangkan hakikat pengetahuan islam, layanan qurani yang juga menjadi pisau analisa pembaruan. Dengan menjalankan itu, Muhammadiyah menjadi panutan umat Islam.
"Karena, selalu hadir mendinginkan suasana dengan memberikan solusi penuh hikmah kebijaksanaan. Melalui tafsir ajaran islam untuk bersatu merajut ukhuwah dalam
berkehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Sri Sultan.
"Dengan begitu diharapkan menjadi kekuatan moral dalam memberikan nilai tambah dan akselerasi tercapainya peradaban dan ini sejalan dengan harapan KH Ahmad Dahlan. Yaitu jadilah santri yang berkemajuan," sambungnya.
Gerakan pembaharuan itu menurut Sri Sultan, tidak hanya terbatas bagi Muhammadiyah
tetapi menjadi rujukan semua bangsa. "Dan di usia 107 tahun, pesan itu masih relevan untuk diangkat kembali, sebagai gerakan kebangsaan, yang membawa misi universal amar makruf nahi mungkar rahmatan lilalamin," jelasnya.
Tema milad Ke-107 Muhammdiyah yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Tema ini yang memberi semangat Muhamamdiyah untuk selalu berada di garis depan dalam mendampinpi para kaum fakir miskin dan anak yatim, untuk menyongsong masa depan yaitu melalui gerakan mencerdaskan bangsa.
"Memasuki usia 107 gerakan Muhammadiyah telah banyak dirasakan oleh masyarakat, melalui sebuah gerakan yang telah teruji," kata Gunawan Budianto, dalam resepsi milad Muhammadiyah Ke-107 di UMY, Senin (18/11/2019) malam.
Sri Sultan HB X mengatakan, sekarang ini Muhammadiyah sedang mengembangkan hakikat pengetahuan islam, layanan qurani yang juga menjadi pisau analisa pembaruan. Dengan menjalankan itu, Muhammadiyah menjadi panutan umat Islam.
"Karena, selalu hadir mendinginkan suasana dengan memberikan solusi penuh hikmah kebijaksanaan. Melalui tafsir ajaran islam untuk bersatu merajut ukhuwah dalam
berkehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Sri Sultan.
"Dengan begitu diharapkan menjadi kekuatan moral dalam memberikan nilai tambah dan akselerasi tercapainya peradaban dan ini sejalan dengan harapan KH Ahmad Dahlan. Yaitu jadilah santri yang berkemajuan," sambungnya.
Gerakan pembaharuan itu menurut Sri Sultan, tidak hanya terbatas bagi Muhammadiyah
tetapi menjadi rujukan semua bangsa. "Dan di usia 107 tahun, pesan itu masih relevan untuk diangkat kembali, sebagai gerakan kebangsaan, yang membawa misi universal amar makruf nahi mungkar rahmatan lilalamin," jelasnya.
(maf)