Bom Bunuh Diri di Medan Jadi Ujian Berat Jokowi

Rabu, 13 November 2019 - 15:17 WIB
Bom Bunuh Diri di Medan...
Bom Bunuh Diri di Medan Jadi Ujian Berat Jokowi
A A A
JAKARTA - Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama mengutuk aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019) pagi.

"Apalagi yang disasar simbol aparat keamanan negara, yakni Polrestabes Medan. Tidak dibenarkan dalam ajaran agama untuk aksi bom bunuh diri. Jihad atas nama agama dengan bom bunuh diri juga tidak relevan, apalagi Indonesia negara demokratis yang damai dan memberi kebebasan beribadah bagi semua pemeluk agama," tutur Ketua Umum PP Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, Muchamad Nabil Haroen dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/11/2019).

Dia mengatakan aksi bom bunuh diri yang menyasar simbol keamanan negara sudah terjadi beberapa kali. Sebelumnya, aksi teror juga terjadi berupa serangan kepada Wiranto saat masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

"Kini bom bunuh diri menyasar aparat keamanan. Pelaku, baik personal maupun dengan jaringan, berupaya meruntuhkan kepercayaan publik pada negara. Aksi-aksi kekerasan dan bom bunuh diri begini tidak bisa dianggap enteng," tutur Nabil. (Baca juga: Jenazah Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri Dievakuasi ke RS Bhayangkara )

Menurut dia, kasus terorisme ini menjadi ujian bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Presiden telah menunjuk beberapa menteri yang memiliki fokus penanganan radikalisme.

"Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, merupakan ujian penting keseriusan negara menangani aksi radikalisme dan terorisme, serta mengantisipasi aksi serupa di waktu mendatang," tuturnya.

Pagar Nusa menginstruksikan seluruh pendekar dan kader untuk siaga menunggu komando dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Selama ini pasca pengumuman Menteri Kabinet Indonesia Maju, kata dia, PBNU telah percaya pemerintah siap dan sigap menangani radikalisme-terorisme. PBNU akan fokus mengurus peningkatan sumber daya umat, kesejahteraan ekonomi dan sosial.

Menurut Nabil, Pagar Nusa menimbang program deradikalisasi perlu ditinjau ulang. Selama ini deradikalisasi hanya jadi seremoni.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, BNPT, dan sederet lembaga punya program deradikalisasi. Perlu ada rumusan ulang deradikalisasi, dengan mencontoh dan mereplika upaya deradikalisasi yang selama ini dikerjakan kiai-kiai dengan mengajar santri di pesantren," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Diduga Persaingan Bisnis,...
Diduga Persaingan Bisnis, Rumah Pria di Medan Dilempar Molotov
100 Sekolah Ditutup...
100 Sekolah Ditutup dan Ribuan Siswa Sudah Dievakuasi, Ternyata Ancaman Bomnya Palsu
Warga Digegerkan Penemuan...
Warga Digegerkan Penemuan Tas Diduga Berisi Bom dalam Masjid
Lima Bom Surat Dikirim...
Lima Bom Surat Dikirim ke Sejumlah Target di Spanyol, Termasuk Perdana Menteri
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved