Kemenag: Era Digital, Diskusi Paham Radikal Sulit Dikendalikan

Senin, 11 November 2019 - 16:46 WIB
Kemenag: Era Digital,...
Kemenag: Era Digital, Diskusi Paham Radikal Sulit Dikendalikan
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengungkapkan di era digital, diskusi mengenai paham radikal sulit dikendalikan.

Hal tersebut diungkapkan Kamaruddin pada Forum Merdeka Barat 9 dengan tema Mengedepankan Strategi Deradikalisasi, di Ruang Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta (11/11/2019).

“Dalam era digital sekarang ini siapa pun bisa mengakses diskursus apa pun. Diskusi-diskusi yang berkembang di mana saja di luar negeri misalnya di Amerika di Timur Tengah di mana saja itu bisa diakses di mana pun. Termasuk di kampus sehingga diskusi-diskusi tentang ideologi radikal, ideologi obat hati atau apa pun itu bisa didiskusikan,” tuturnya.

Kemenag, kata Kamaruddin, telah meminta perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membentuk pusat kajian. Tujuannya agar diskusi yang berkembang tersebut tidak salah menjadi aktivitas radikal.

“Sejauh mana diskusi ini berkembang menjadi sebuah aksi menjadi sebuah aktivitas menjadi sesuatu yang mempengaruhi perilaku mereka ini yang tentu menjadi tantangan bagi kita semua khususnya kampus, perguruan tinggi. Kira-kira untuk mengantisipasi atau bisa memberikan kontra narasi terhadap potensi ideologi yang didiskusikan di mana-mana begitu," tuturnya.

Dia juga memastikan perguruan tinggi Islam, misalnya Pondok Pesantren tidak mudah dipengaruhi oleh ideologi radikalisme. “Alhamdulillah kalau di Kementerian Agama, khususnya di perguruan tinggi Islam yang mohon maaf ya mungkin karena punya background akademik keagamaan yang memadai misalnya dari pondok pesantren tidak mudah biasanya dipengaruhi oleh pikiran-pikiran ideologi ideologi radikalisme,” tutur Kamaruddin.

“Mungkin berbeda ketika mereka tidak punya dasar pengetahuan keagamaan sama sekali atau sangat lemah. Itu bisa dengan mudah dibaca sih. Jadi kalau di Kementerian Agama sejauh ini saya juga tidak menjamin sama sekali tidak ada tetapi potensi itu, pasti ada di mana-mana, pasti ada potensi itu, karena mereka punya akses untuk membuka,” lanjut Kamaruddin.

Meskipun, kata dia, di instansinya maupun di perguruan tnggi Islam di Indonesia tidak menutup kemungkinan juga disusupi oleh paham radikalisme.

“Di Kementerian Agama, di perguruan tinggi perguruan tinggi kita sejauh ini potensinya pasti ada. Tidak bisa kita sangkal, tidak bisa kita nafikan. Karena orang bisa saja mengakses diskusi-diskusi itu. Tetapi kita sedang berkontestasi dengan siapapun untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Agar mahasiswa dan termasuk dosen-dosen kita juga ikut mencegah radikalisme," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Nilai IKPA Kemenag Meningkat,...
Nilai IKPA Kemenag Meningkat, Sekretaris Itjen Sebut Pengawasan Jadi Kunci
Sekjen Kemenag Bicara...
Sekjen Kemenag Bicara Kemanusiaan dan Lingkungan di Konferensi Islam ASEAN
Kemenag Target PTKI...
Kemenag Target PTKI Tahun Ini Gelar Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, Apa Itu?
Capai Target 10 Juta,...
Capai Target 10 Juta, Kemenag Revitalisasi Unit Percetakan Al-Qur'an
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
PaRD Leadership Meeting...
PaRD Leadership Meeting 2025 Bahas Peran Agama dalam Pembangunan Global
Berita Terkini
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved