Jaga Rahasia Negara, Rekrutmen Tenaga Pengamanan Siber Tertutup

Selasa, 05 November 2019 - 19:45 WIB
Jaga Rahasia Negara,...
Jaga Rahasia Negara, Rekrutmen Tenaga Pengamanan Siber Tertutup
A A A
JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut formasi tenaga pengamanan siber tak akan dibuka untuk umum. Seperti diketahui tenaga pengamanan siber adalah salah satu dari formasi khusus yang dibuka pemerintah dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019.

Formasi khusus lainnya antara lain formasi penyandang disabilitas, diaspora, putra/putri berprestasi (cumlaude), dan putra/putri Papua/Papua Barat. “Iya khusus dalam tanda petik ya. Karena memang tidak terbuka untuk umum. Kalau khusus kan terbuka juga untuk umum,” kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana di The Grand Opus Ballroom, Selasa (5/11/2019).

Dia mengatakan alasan tidak dibuka untuk umum karena formasi ini dikhususkan untuk tenaga pengaman siber yang sudah ada dan belum berstatus aparatur sipil negara (ASN).

“Itu formasi khusus cuma agak beda ceritanya. Itu karena banyak ternyata petugas siber terutama di tempat-tempat yang sangat rahasia (berstatus) honorer. Nah kan bahaya kan, kalau information leak (kebocoran informasi). Nah ini kelabakan,” jelasnya.

Menurut Bima untuk menjaga kerahasiaan negara para tenaga pengaman siber harus disumpah. Dimana untuk disumpah para tenaga pengaman ini harus berstatus ASN.

“Bukan hitungan analisa beban kerja dan analisa jabatan. Memang ada khusus slot seperti itu karena memang permintaan dari teman-teman yang instansinya menjaga kerahasiaan. Bukan BIN saja, ada banyak,” tuturnya.

Dia mengatakan setidaknya terdapat 500-an tenaga pengaman siber yang akan mengikuti seleksi CPNS 2019. Menurutnya tenaga-tenaga tersebut sudah melalui proses pemeriksaan latar belakang.

“Iya (tetap ikut seleksi). Justru itu. Tapi kalau orang mau daftar tenaga siber, engga. Ini closed. Karena mereka harus diprofiling, harus dilihat latar belakangnya. Kan harus seperti itu,” ujarnya.

Dia menyebut siapa saja yang akan ikut pada seleksi itu tidak akan dibuka ke umum. Sebagaimana saat seleksi CPNS di Badan Intelegen Negara (BIN), nama peserta yang lolos tak akan keluar.

“Cuma karena mereka bekerja di intelijen nama-namanya engga dibuka. Kalau tes BIN kan namanya engga pernah keluar karena memang engga bisa dibuka. Jadi mereka bekerja untuk tugas-tugas menjaga kerahasiaan negara. Bukan hanya di BIN tapi banyak instansi speerti TNI/Polri,” katanya.
(cip)
Berita Terkait
Pembangunan SDM, Jadi...
Pembangunan SDM, Jadi Kunci Pembangunan Keamanan Siber Indonesia
Indeks Keamanan Siber...
Indeks Keamanan Siber Indonesia Peringkat 24 Dunia
Sejumlah Pertimbangan...
Sejumlah Pertimbangan Perluasan Monitoring Kemanan Siber di BSSN
Laporan Tahunan, BSSN...
Laporan Tahunan, BSSN Harap Jadi Pertimbangan Kebijakan Pemerintah
Hadapi Serangan Siber...
Hadapi Serangan Siber dan Ancaman Dark Web, BSSN Gelar Pelatihan
BSSN dan TUV Rheinland...
BSSN dan TUV Rheinland Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber
Berita Terkini
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved