Pimpinan KPK Terpilih Nurul Ghufron Dinilai Tetap Bisa Dilantik

Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:37 WIB
Pimpinan KPK Terpilih...
Pimpinan KPK Terpilih Nurul Ghufron Dinilai Tetap Bisa Dilantik
A A A
JAKARTA - Ketentuan baru mengenai syarat batas minimal usia pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Undang-undang KPK yang baru tidak dapat diterapkan terhadap Nurul Ghufron.

Nurul Ghufron, pimpinan KPK terpilih dinilai tetap bisa dilantik meskipun berusia 45 tahun. Seperti diketahui, dalam UU KPK hasil revisi menyebutkan syarat minimal usia pimpinan KPK, yakni 50 tahun. UU KPK sebelumnya, pimpinan KPK minimal berusia 40 tahun.

"Terkait ketentuan baru batas minimal usia 50 tahun hasil revisi UU, tidak bisa dikenakan kepada Nurul Ghufron karena yang bersangkutan terpilih sesuai hasil seleksi Pansel dan sesuai keputusan DPR sebelum ketentuan baru diberlakukan," kata mantan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Imdadun Rahmat dalam keterangan tertulis, Kamis (31/10/2019). (Baca juga: Ketua PBNU: Tak Lantik Nurul Ghufron Adalah Pelanggaran Hukum )

Menurut dia, Ghufron adalah salah calon pimpinan KPK yang sah sesuai dengan ketentuan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

"Legitimate karena memenuhi kepatutan berdasarkan prinsip transparansi, partisipasi publik dan akuntabilitas," tandasnya.

Imdadun menegaskan hasil seleksi pimpinan KPK sah dan tidak ada alasan untuk membatalkan seluruhnya atau sebagiannya.

"Jika pengukuhan Nurul Ghufron dibatalkan berdasarkan ketentuan baru batas minimal usia maka terjadi pelanggaran prinsip dan norma hukum HAM tentang kepastian hukum," tuturnya.

Imdadun menegaskan setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan perlakuan hukum yang adil serta mendapatkan kepastian hukum dan perlakuan sama di depan hukum seperti tertuang dalam Pasal 3 ayat 2 UU 39/1999 tentang HAM.

Dia menambahkan, salah satu jaminan kepastian hukum adalah adanya prinsip non-retroaktif atau tidak berlaku surut sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 18 ayat 2 UU 39/1999 tentang HAM.

"Ketentuan baru batas minimal usia tidak boleh diterapkan kepada Nurul Ghufron," ujar Imdadun.

Menurut dia, prinsip perlakuan hukum yang adil dalam HAM juga diwujudkan melalui asas menguntungkan dan meringankan bagi yang bersangkutan ketika ada perubahan dalam peraturan perundang-undangan.

Hal itu dikatakan Imdadun ditegaskan oleh Pasal 18 Ayat 3 UU 39/1999 tentang HAM. "Dalam hal adanya perubahan ketentuan batas minimal usia maka berlaku ketentuan yang paling menguntungkan bagi Nurul Ghufron," katanya.

Dia berpendapat pembatalan pengukuhan Nurul Ghufron sebagai pimpinan KPK adalah perlawanan terhadap prinsip hukum dan pelanggaran atas prinsip dan norma HAM.
(dam)
Berita Terkait
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Janji Kuatkan Komisi...
Janji Kuatkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Ganjar Buka Peluang Revisi Kembali UU KPK
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
Revisi UU KPK Dinilai...
Revisi UU KPK Dinilai Langgar Asas Pembentukan Undang-Undang
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Pengalihan Status Jadi...
Pengalihan Status Jadi ASN, Wadah KPK Sebut Buntut dari Revisi UU KPK
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved