Jelang Kongres, Nasdem DKI Rekomendasikan Surya Paloh Tetap Ketua Umum
Senin, 28 Oktober 2019 - 20:01 WIB
Jelang Kongres, Nasdem DKI Rekomendasikan Surya Paloh Tetap Ketua Umum
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jakarta merekomendasikan Surya Paloh kembali menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem di Kongres II Partai Nasdem 8-10 November 2019 mendatang.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem DKI Jakarta yang dihadiri fungsionaris Partai Nasdem se-DKI Jakarta di The Media Hotel, Jalan Gunung Sahari 12, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Oktober 2019 lalu.
Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Wibi Andrino mengatakan, hasil rekomendasi Rakorwil Partai Nasdem memutuskan untuk DKI Jakarta secara aklamasi agar Paloh memimpin kembali Partai Nasdem.
“Kita sepakat pada Kongres II NasDem nanti meminta kepada Bapak Surya Paloh untuk menjadi ketua umum kita,” ujar Wibi Andrino, Senin (28/10/2019). (Baca juga: Nasdem: Kabinet Baru Optimal Realisasikan Visi Indonesia Maju )
Wibi mengatakan, kepemimpinan Surya Paloh selama ini telah membuat Partai Nasdem menjadi salah satu partai besar di Indonesia. Pemikiran-pemikiran Paloh diakui Wibi telah menjadi model baru dalam perpolitikan di Indonesia. Salah satunya, politik tanpa mahar yang selama ini belum pernah terdengar sekalipun dalam blantika perpolitikan di Indonesia.
“Saya rasa baru pertama kali ada pemikiran-pemikiran seperti itu disampaikan sehingga menjadi role model baru dalam perpolitikan di Indonesia,” kata Wibi.
Wibi mengungkapkan, Paloh selalu mengajarkan kepada semua kadernya untuk mendukung tanpa syarat jika ada putra terbaik bangsa yang maju sebagai kepala pemerintahan. Hal itu dibuktikan saat mengusung Joko Widodo untuk maju sebagai presiden pada Pilpres 2014.
Saat itu, Nasdem tegas mendukung Jokowi tanpa syarat. Dukungan tersebut pun kembali dilakukan NasDem pada periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini.
“Begitu juga saat Pilkada DKI 2017, Nasdem menjadi partai pertama yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat dukungan tersebut, Nasdem tidak meminta satu rupiah pun kepada beliau,” ungkapnya.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta ini juga mengatakan, ke depan tugas-tugas kader Partai Nasdem akan semakin dinamis dan berat, yaitu dengan mempertahankan pemikiran-pemikiran Paloh sehingga menjadi gaya berpolitik kader Nasdem hingga tingkat bawah.
“Politik tidak hanya bertransaksi, kita beri apa dapatnya apa. Ini terbukti dari militansi kader-kader Nasdem di DKI Jakarta,” tuturnya.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem DKI Jakarta yang dihadiri fungsionaris Partai Nasdem se-DKI Jakarta di The Media Hotel, Jalan Gunung Sahari 12, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Oktober 2019 lalu.
Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Wibi Andrino mengatakan, hasil rekomendasi Rakorwil Partai Nasdem memutuskan untuk DKI Jakarta secara aklamasi agar Paloh memimpin kembali Partai Nasdem.
“Kita sepakat pada Kongres II NasDem nanti meminta kepada Bapak Surya Paloh untuk menjadi ketua umum kita,” ujar Wibi Andrino, Senin (28/10/2019). (Baca juga: Nasdem: Kabinet Baru Optimal Realisasikan Visi Indonesia Maju )
Wibi mengatakan, kepemimpinan Surya Paloh selama ini telah membuat Partai Nasdem menjadi salah satu partai besar di Indonesia. Pemikiran-pemikiran Paloh diakui Wibi telah menjadi model baru dalam perpolitikan di Indonesia. Salah satunya, politik tanpa mahar yang selama ini belum pernah terdengar sekalipun dalam blantika perpolitikan di Indonesia.
“Saya rasa baru pertama kali ada pemikiran-pemikiran seperti itu disampaikan sehingga menjadi role model baru dalam perpolitikan di Indonesia,” kata Wibi.
Wibi mengungkapkan, Paloh selalu mengajarkan kepada semua kadernya untuk mendukung tanpa syarat jika ada putra terbaik bangsa yang maju sebagai kepala pemerintahan. Hal itu dibuktikan saat mengusung Joko Widodo untuk maju sebagai presiden pada Pilpres 2014.
Saat itu, Nasdem tegas mendukung Jokowi tanpa syarat. Dukungan tersebut pun kembali dilakukan NasDem pada periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini.
“Begitu juga saat Pilkada DKI 2017, Nasdem menjadi partai pertama yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat dukungan tersebut, Nasdem tidak meminta satu rupiah pun kepada beliau,” ungkapnya.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta ini juga mengatakan, ke depan tugas-tugas kader Partai Nasdem akan semakin dinamis dan berat, yaitu dengan mempertahankan pemikiran-pemikiran Paloh sehingga menjadi gaya berpolitik kader Nasdem hingga tingkat bawah.
“Politik tidak hanya bertransaksi, kita beri apa dapatnya apa. Ini terbukti dari militansi kader-kader Nasdem di DKI Jakarta,” tuturnya.
(dam)