Tak Dipanggil Istana, PAN, Demokrat dan PKS Otomatis Jadi Oposisi

Rabu, 23 Oktober 2019 - 07:00 WIB
Tak Dipanggil Istana,...
Tak Dipanggil Istana, PAN, Demokrat dan PKS Otomatis Jadi Oposisi
A A A
JAKARTA - Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyebut, jika PAN tidak dipanggil ke Istana Negara maka otomatis PAN menjadi oposisi pemerintah. Sama halnya dengan Partai Demokrat dan PKS yang juga tak dipanggil. (Baca juga: 34 Orang Dipangil ke Istana, Ini Prediksi Posisi Mereka)

“Ya otomatis (jadi oposisi) kalau misalkan nggak ada menteri, atau setingkat menteri, itu otomatis di luar Jokowi. Apakah kami bekerja sama dengan Pak Jokowi? Iya, bekerja sama, bisa. Program-program Pak Jokowi yang bagus wajib kami dukung. Tapi kalau anggaran tidak tepat, kebijakan kurang pas itu kewajiban kami untuk menyatakan pembanding pendapat. Biar masyarakat melihat bahwa ada kontrol di luar pemerintah khususnya kami-kami di parlemen,” kata Yandri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Menurut Yandri, kondisi itu mungkin sama halnya dengan Demokrat dan PKS yang akan otomatis menjadi oposisi karena tidak ada kadernya yang dipanggil ke istana. “Itu yang saya bilang tadi otomatis, kalau kita nggak duduk di menteri ya mungkin Demokrat disitu ada PKS ada PAN. Ya otomatis itu,” ucap Yandri.

Namun, Yandri melanjutkan, fungsi kontrol itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tidak akan mengkritik secara membabi buta di mana semua kebijakan yang akan dibuat pemerintah akan dipersalahkan. Yang jelas, sebagai partai di luar pemerintah akan lebih bebas mengkritisi. (Baca juga: Penyusunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diapresiasi)

“Kalau kami di luar ya bebas, mengkritisi, mengajukan saran pendapat secara terbuka, bebas. Beda dengan teman-teman yang ada di dalam pemerintahan mungkin ada mekanisme tersendiri,” terangnya.

Yandri menguraikan, sebagai oposisi tentu saja tugas-tugas di parlemen tentu akan diperkuat di antaranya, pengawasan, legislasi dan penganggaran yang akan diperkuat.

Sehingga, saat DPR rapat dengan menteri atau kebijakan presiden, dan ada hal yang kurang pas tentu sebagai parpol oposisi akan terbuka kepada publik dan rakyat Indonesia bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dikritisi tapi, kalau benar dan itu prorakyat tentu akan mendukung.

“Ini bukan masalah kuat tidak kuat, tapi kita menyangkut fungsi masing-masing. Saya yakin Pak Jokowi juga walaupun kami dibandingkan mereka sangat besar bahkan melampaui di angka 70% lebih di parlemen Tetapi saya yakin kalau kita sampaikan dengan bijak sampai dengan data-data yang kuat kritik yang membangun, saya kira Pak Jokowi akan mendengar,” tuturnya.

Lebih dari itu, dia menambahkan, PAN belum memutuskan apakah akan menjadi oposisi atau mendukung pemerintah. Karena PAN setiap keputusannya diambil secara kolektif kolegial.

“PAN itu kolektif kolegial. ada mekanismenya kemarin ini kita sudah Rakor, DPP sudah kita panggil. PAN itu tidak tergantung orang per orang tapi kalau kolektif kolegial,” tandasnya.
(cip)
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Soal Isu Reshuffle Kabinet,...
Soal Isu Reshuffle Kabinet, PKS: Kita Kan Tahu Diri
Ketua Fraksi PKS: Kemarahan...
Ketua Fraksi PKS: Kemarahan Jokowi Wajar, Itu Suara Kami sejak Awal
Wacana Reshuffle Mencuat,...
Wacana Reshuffle Mencuat, PKS: Saatnya Jokowi Reset Ulang Pemerintahan
Isu Reshuffle Kabinet,...
Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
PKS: Masyarakat Butuh...
PKS: Masyarakat Butuh Solusi Konkret, Bukan Keluh Kesah Presiden
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved