Ketua DPR Tegaskan Tak Ada Penambahan Komisi

Rabu, 16 Oktober 2019 - 11:49 WIB
Ketua DPR Tegaskan Tak...
Ketua DPR Tegaskan Tak Ada Penambahan Komisi
A A A
JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani menegaskan Pimpinan DPR bersama Pimpinan Fraksi-fraksi sudah menetapkan jumlah Komisi menjadi 11 sehingga, tidak ada penambahan jumlah Komisi di DPR untuk periode 2019-2024 ini.

“Sampai saat ini sudah diputuskan tetap 11 Komisi, jadi tidak ada tambahan,” kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Terkait pimpinan Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Puan menjelaskan hingga hari ini belum ada keputusan final. Pimpinan DPR juga masih memberikan kesempatan kepada Pimpinan Fraksi untuk melakukan musyawarah mufakat.

“Sampai hari ini, saya masih beri kesempatan kepada semua fraksi di DPR untuk musyawarah mufakat bicarakan proporsionalitas pembagian AKD yang ada di DPR. Jadi kita tunggu saja,” ucap Politikus PDIP itu.

Sebelumnya, Indonesian Parliamentary Center (IPC) mengusulkan pada DPR periode baru untuk menambah jumlah Komisi. Pasalnya, Komisi-Komisi di DPR merupakan tulang punggu lng dari kinerja parlemen, dan 11 Komisi yang ada dinilai tidak cukup untuk melaksanakan fungsi-fungsi DPR secara efektif dan optimal.

“Tulang punggung kinerja parlemen terletak di Komisi. Ujung tombak pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran sepenuhnya ada di tangan Komisi. Semakin efektif komisi didesain, semakin efektif juga komisi bekerja,” kata Koordinator IPC Ahmad Hanafi dalam siaran pers yang diterima SINDOnews di Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.

Meskipun DPR baru dilantik, Hanafi melihat bahwa pesimisme publik terhadap kinerja legislasi DPR masih terasa pascarentetan protes publik sejak 24 September oleh mahasiswa dan pelajar hingga hari pelantikan anggota DPR terpilih. Kegagalan DPR dalam menangkap aspirasi publik dalam pembahasan RUU masih membekas di benak publik.

Ditambah, beban legislasi dan mitra di masing-masing komisi yang sangat banyak sehingga kinerja Komisi menjadi kurang efektif. Faktanya, legislasi yang disahkan di masing-masing komisi, rata-rata hanya mencapai kurang dari 20% dari target yang ditetapkan.
(cip)
Berita Terkait
Evita Nursanty Minta...
Evita Nursanty Minta Pengawasan Industri Diperketat saat New Normal
Bantah Cucu PKI, Arteria...
Bantah Cucu PKI, Arteria Tegaskan Keluarganya Ngotot Jalur Hukum
Cukup Aspiratif, Kepemimpinan...
Cukup Aspiratif, Kepemimpinan Puan di DPR Patut Diapresiasi
Fraksi PDIP Sebut RUU...
Fraksi PDIP Sebut RUU Ciptaker Bentuk Negara Hadir untuk Bantu Rakyat
Politikus DPR RI Fraksi...
Politikus DPR RI Fraksi PDIP, Jimmy Demianus Ijie Meninggal
Heboh Polemik Cucu PKI,...
Heboh Polemik Cucu PKI, Hasril Chaniago Minta Maaf ke Arteria Dahlan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved