IPW Ungkap Tiga Kelompok yang Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi

Senin, 07 Oktober 2019 - 15:22 WIB
IPW Ungkap Tiga Kelompok...
IPW Ungkap Tiga Kelompok yang Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi
A A A
JAKARTA - Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober mendatang.

Menjelang pelantikan, kepolisian diminta untuk mewaspadai pergerakan tiga kelompok yang dinilai bertujuan untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, Polri dan jajaran intelijen perlu mewaspadai adanya manuver politik dari tiga kelompok yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai presiden periode kedua.

"Manuver itu akan mereka kamuflase dengan aksi-aksi demo anarkis untuk menolak UU KUHP, UU KPK dan lainnya," ujar Neta kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

IPW menjelaskan, kelompok itu akan memperalat oknum mahasiswa dan kalangan preman dalam menggulirkan aksinya. Ketiga kelompok itu dijelaskannya, yakni koalisi kelompok radikal keagamaan dan koalisi kelompok sekuler yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi karena kepentingannya tidak terakomodasi serta kelompok yang mencoba memainkan bargaining posisi dengan Jokowi.

"IPW yakin manuver ketiga kelompok itu tidak akan menuai hasil, tapi jajaran kepolisian tetap perlu mencermatinya agar aksi aksi yang dikamuflase ketiga kelompok itu tidak menimbulkan kekacauan dan kerusakan di ibukota Jakarta," tuturnya.

Menurut dia, aksi demo di sejumlah kota di Papua yang berujung pada terjadinya kerusuhan sosial membuat konsentrasi Polri terbelah. Begitu juga penempatan personil menjadi terbelah antara mengamankan Papua dan berkonsentrasi mengantisipasi keamanan situasi Jakarta.

"Dalam mempersiapkan keamanan Jakarta saat pelantikan Jokowi sebagai presiden, Polri perlu meminta tambahan dukungan personil TNI dalam mengamankan objek objek vital," tutur Neta.

Selain itu, ungkapnya, intelejen kepolisian perlu memantau kantong-kantong radikalisme di seputar Jabodetabek serta memburu penyandang dana aksi demo yang berniat menggagalkan upaya pelantikan Jokowi sebagai presiden, 20 Oktober mendatang.

Dia menegaskan, tindakan persuasif, preventif dan antisipatif yang tegas perlu dilakukan jajaran kepolisian, jauh sebelum pelantikan presiden dilakukan.

"Polri harus berani bersikap tegas demi menjaga keamanan masyarakat luas dan sikap tegas Polri itu pasti akan didukung masyarakat," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Jokowi Minta Polri Tidak...
Jokowi Minta Polri Tidak Boleh Melupakan Agenda Strategis
Peringatan HUT ke 74...
Peringatan HUT ke 74 Bhayangkara Digelar Secara Virtual di Istana Negara
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Wapres Maruf Amin: Anggota...
Wapres Ma'ruf Amin: Anggota Polri Harus Profesional
Jokowi Sebut Tugas Polri...
Jokowi Sebut Tugas Polri di Pilkada Tahun ini Tidak Mudah
Berita Terkini
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Dekopin Siap Kawal Amanat...
Dekopin Siap Kawal Amanat Presiden Prabowo Jadikan Koperasi Motor Utama Ekonomi Rakyat
9 Jam Diperiksa KPK,...
9 Jam Diperiksa KPK, Bobby Rizaldi Dukung Penegakan Hukum Kasus Muara Enim
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Ungkap Strategi Cegahan...
Ungkap Strategi Cegahan Korupsi di Daerah, Mendagri Tito: Kuncinya Penguatan Sistem dan Integritas
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved