Wajah Citra Parlemen Akan Ditentukan Lewat Keputusan Politik

Kamis, 03 Oktober 2019 - 09:11 WIB
Wajah Citra Parlemen...
Wajah Citra Parlemen Akan Ditentukan Lewat Keputusan Politik
A A A
JAKARTA - Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia, Sulthan Muhammad Yus mengatakan, Pemilu 2019 selesai dilaksanakan. Anggota DPR, anggota DPD sekaligus MPR telah diambil sumpahnya untuk mengabdi pada kepentingan negara.

Karena pada Oktober 2019 ini, menjadi momentum perbaikan citra lembaga perwakilan rakyat dan daerah di Indonesia. Menurutnya, DPR telah melantik Puan Maharani sebagai ketuanya, DPD menunjuk senator La Nyala Mattalitti sebagai pucuk pimpinan.

(Baca juga: Muluskan Langkah Jadi Ketua, Bamsoet Lobi Seluruh Pimpinan Fraksi MPR)

Demikian juga dengan MPR, dalam waktu dekat berdasarkan dinamika yang berkembang di Senayan, mantan Ketua DPR Bambang Soesatyo dikabarkan akan melanjutkan palu ketua di lembaga penentu konstitusi Indonesia tersebut.

"Kebiasaan kita, selalu ada doa dan harapan pada setiap pergantian rezim kekuasaan parlemen. Mengingat kewenangannya yang begitu besar, mubazir jika dibiarkan begitu saja. Malah malapetaka jika diselewengkan semata. Pasalnya rakyat menitipkan kedaulatannya secara periodik di pundak mereka," tutur Sulthan kepada SINDOnews, Kamis (3/10/2019).

Sulthan menganggap, wajah lembaga perwakilan kedepan sangat ditentukan oleh putusan-putusan politik yang akan dikeluarkan nantinya. Sebut saja para anggota lembaga perwakilan tersebut bisa menjadi mitra kritis bagi presiden merumuskan kebijakan-kebijakan negara.

Terutama kata Sulthan, di sektor regulasi, catatan memperlihatkan ada beberapa produk hukum yang dikeluarkan akhirnya melahirkan polemik-polemik tak berkesudahan. "Kala terjadi begini yang dirugikan pertama kali ya rakyat," kata Analis Politik asal UIN Jakarta ini.

"Ruang pengawasan juga perlu ditingkatkan, jangan biarkan ada celah sedikitpun bagi eksekutif untuk menyelewengkan kuasanya. Mata anggota parlemen kita perlu lebih sering melotot pada kekuasaan," imbuh dia.

Kedepan lanjut Sulthan, meskipun ruang trikameral atau tiga kamar Indonesia (MPR, DPR dan DPD) didominasi oleh partai politik yang sebagian besar adalah koalisi pendukung pemerintahan, namum komitmen koalisi itu harus dijalankan dengan tanggung jawab.

"Jangan sampai trikameral kita hanya menjadi stempel kekuasaan semata," ujarnya.

Khusus untuk DPD, perlu diberi ruang penyeimbang yang lebih besar. Undang-undang MD3 perlu direvisi kembali agar peran DPD bisa lebih dimaksimalkan lagi. Sebab, bagaimanapun legitimasi perwakilan daerah diemban oleh 4 orang anggota DPD yang mewakili daerah masing-masing.

"Bagaimana bisa maksimal jika DPD miskin kewenangan. Saya pikir sistem perwakilan kita perlu dirancang kembali menyesuaikan perkembangan politik di tanah air. Sekarang waktu yang tepat dengan wajah baru dan semangat baru. Semoga amanah," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pimpinan MPR: Perppu...
Pimpinan MPR: Perppu 1/2020 Sebaiknya Ditolak DPR
Sidang Tahunan MPR Digelar...
Sidang Tahunan MPR Digelar Hari Ini, Begini Susunan Acaranya
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
DPR, Pemerintah dan...
DPR, Pemerintah dan DPD Sepakati 33 RUU Prolegnas Prioritas 2021 dengan Catatan
DPR Diapresiasi karena...
DPR Diapresiasi karena Gelar Sidang Tahunan Secara Sederhana dan Empati
Puan Pengganti dan Penerus...
Puan Pengganti dan Penerus Perjuangan Soekarnoisme
Berita Terkini
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved