Gerakan Mahasiswa Dinilai Telah Siuman dan Punya Keresahan Bersama

Sabtu, 28 September 2019 - 16:05 WIB
Gerakan Mahasiswa Dinilai...
Gerakan Mahasiswa Dinilai Telah Siuman dan Punya Keresahan Bersama
A A A
JAKARTA - Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jakarta, Andi Prayoga menganggap, aksi demonstrasi yang dilakukan kalangan mahasiswa pada 23-24 September di depan Gedung MPR/DPR dan beberapa titik di Jakarta kemarin terbilang massif.

Hal ini dikatakan Andi dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM bertajuk 'Demo Mahasiswa, Aksi dan Subtansi' di Cafe d'Consulate, Menteng, Jakarta, Sabtu (28/9/2019).

"Tetapi aksi Demonstrasi yang besar-besaran itu kan bukan sesuatu yang katakanlah sesuatu yang aneh, justru sejarah kita mencatat bahwa 1966 ada Tritura," kata Andi.

(Baca juga: Ketua Dewan Pembina Golkar Minta Tokoh Muda Beringin Jaga Soliditas Partai)

Andi menuturkan, maraknya aksi demonstrasi di kalangan mahasiswa dengan jumlah yang besar sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, sejarah aksi mahasiswa juga besar di era 76 dengan istilah Malari dan aksi reformasi tahun 1998.

Dengan begitu kata Andi, sesungguhnya negara telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa melalui gerakan massa untuk menyampaikan pendapat dan keresahan atas sebuah kebijakan pemerintah.

Menurut Andi, munculnya gerakan massa yang terjadi kemarin menjadi momentun mahasiswa yang telah siuman dari tidurnya dan melihat keresahan yang terjadi atas lahirnya UU KPK dan RKUHP yang dipandang cukup kontroversial.

Andi pun menegaskan, aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dengan jumlah besar itu murni aksi untuk merespons keresahan yang terjadi di masyarakat. Ia meyakini aks tersebut, aman ditunggangi pihak-pihak tertentu.

"Semua gerakan mahasiswa murni berangkat dari keresahan kita bersama karena saya lihat tuntutan mahasiswa itu sendiri itu hampir sama seluruh Indonesia, ya gak keluar dari UU KPK RKUHP yang berkaitan RKUHP yang soal penghinaan presiden itu kan dikrritik juga. Jadi saya pikir ini tidak ditunggangi ini semua keresahan masyarakat Indonesia dan mahasiswa," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Perubahan UU dan Aturan...
Perubahan UU dan Aturan Kementerian/Lembaga Harus Berdasarkan Kebutuhan Publik
10 Konstitusi Tertua...
10 Konstitusi Tertua di Dunia, Nomor 9 Jadi Rujukan di Berbagai Pemerintahan
Rapat Paripurna, DPR...
Rapat Paripurna, DPR Sepakat P2 APBN 2022 Lolos Jadi Undang-Undang
Dituduh Coba Ubah Konstitusi,...
Dituduh Coba Ubah Konstitusi, Presiden Marcos Jr Terancam Digulingkan
Penundaan Pemilu dan...
Penundaan Pemilu dan Kudeta Kekuasaan
Gelar Diskusi di Cirebon,...
Gelar Diskusi di Cirebon, DPD RI Ingin Amandemen UUD 45 Bersama-sama
Berita Terkini
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved