Dinilai Gagal, Kemenko Polhukam: Wiranto Fokus Bekerja Saja
Senin, 23 September 2019 - 23:11 WIB
Dinilai Gagal, Kemenko Polhukam: Wiranto Fokus Bekerja Saja
A
A
A
JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto tidak pernah risau dengan dengan penilaian Peneliti LIPI Hermawan Sulistyo yang beberapa waktu lalu menganggapnya gagal. Wiranto lebih suka fokus bekerja melakukan koordinasi, sinkronisasi, pengendalian dan tugas khusus di bidang politik, hukum dan keamanan yang diberikan Presiden Jokowi.
Demikian pernyataan yang disampaikan Sri Yunanto selaku Tenaga Ahli Menko Polhukam menanggapi penilaian kepada Menko Polhukam yang disebut gagal di Jakarta, Senin (23/9/2019).
"Masyarakat Indonesia dan dunia tidak menutup mata terhadap fakta bahwa Indonesia menjadi negara teraman kesembilan di dunia. Even-even nasional regional dan internasional bisa berjalan lancar. Masyarakat bisa tentang merayakan Idul Fitri, Natal, dan Hari Besar Keagamaan lain," ujar Sri Sunanto.
"Masyarakat yang dag dig dug menghadapi pemilukada dan Pemilu Serentak 2019 akhirnya lega karena akhirnya berjalan dengan lancar, aman dan terkendali. Sekalipun ada dinamika dan ketegangan yang agak menghawatirkan dan yang menggembirakan partisipasinya mencapai di atas 80% sangat tinggi," sambung dia.
Selain itu, dalam kepemimpinan Wiranto sebagai Menko Polhukam, even regional dan internasional seperti Asian Games, Asian Para Games, Pertemuan IMF dan World Bank juga berjalan dengan lancar. Menurutnya keberhasilan itu tentu itu berkat kerja sama seluruh unsur aparat TNI, Polri, BIN, kementerian dan lembaga di bawah koordinasi singkronisasi dan pengendalian Menko Polhukam Wiranto.
Bahkan, Wiranto merupakan Menko Polhukam terlama terlama pada Pemerintahan Jokowi selama tiga tahun. "Presiden Jokowi terlihat memberikan amanah besar kepada Menko Polhukam Wiranto, misalnya dalam penanganan Ormas anti Pancasila, penanggulangan darurat bencana di Lombok dan Palu, pengendalian pengamanan pemilu, hingga penyelesaian masalah Papua," jelasnya.
Oleh karena itu, Sri Yunanto mengaku sangat heran kalau ada yang menilai Wiranto gagal. Namun demikian, menurutnya, Wiranto tidak mempermasalahkan penilaian orang karena secara organisatoris Wiranto hanya bertanggung jawab kepada Presiden Jokowi. Jadi hanya presiden yang secara organisasi akan menilai kinerja Wiranto.
Menurutnya, Wiranto juga tidak ambil pusing apakah Presiden Jokowi akan memilihnya kembali sebagai salah satu anggota kabinetnya atau tidak. Karena hal ini sebagai hak prerogratif presiden, semua diserahkan kepada Presiden Jokowi.
"Beliau mendengar banyak usulan tentang calon kabinetnya. Tetapi beliau sangat memahami tantangan ke depan dalam pemerintahannya dan figur yang mempunyai kompetensi dan track record yang teruji yang cocok untuk membantunya dalam menghadapi situasi dan tantangan ke depan. Untuk saat ini Wiranto hanya fokus bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam masa yang tersisa," tutup Sri Yunanto.
Demikian pernyataan yang disampaikan Sri Yunanto selaku Tenaga Ahli Menko Polhukam menanggapi penilaian kepada Menko Polhukam yang disebut gagal di Jakarta, Senin (23/9/2019).
"Masyarakat Indonesia dan dunia tidak menutup mata terhadap fakta bahwa Indonesia menjadi negara teraman kesembilan di dunia. Even-even nasional regional dan internasional bisa berjalan lancar. Masyarakat bisa tentang merayakan Idul Fitri, Natal, dan Hari Besar Keagamaan lain," ujar Sri Sunanto.
"Masyarakat yang dag dig dug menghadapi pemilukada dan Pemilu Serentak 2019 akhirnya lega karena akhirnya berjalan dengan lancar, aman dan terkendali. Sekalipun ada dinamika dan ketegangan yang agak menghawatirkan dan yang menggembirakan partisipasinya mencapai di atas 80% sangat tinggi," sambung dia.
Selain itu, dalam kepemimpinan Wiranto sebagai Menko Polhukam, even regional dan internasional seperti Asian Games, Asian Para Games, Pertemuan IMF dan World Bank juga berjalan dengan lancar. Menurutnya keberhasilan itu tentu itu berkat kerja sama seluruh unsur aparat TNI, Polri, BIN, kementerian dan lembaga di bawah koordinasi singkronisasi dan pengendalian Menko Polhukam Wiranto.
Bahkan, Wiranto merupakan Menko Polhukam terlama terlama pada Pemerintahan Jokowi selama tiga tahun. "Presiden Jokowi terlihat memberikan amanah besar kepada Menko Polhukam Wiranto, misalnya dalam penanganan Ormas anti Pancasila, penanggulangan darurat bencana di Lombok dan Palu, pengendalian pengamanan pemilu, hingga penyelesaian masalah Papua," jelasnya.
Oleh karena itu, Sri Yunanto mengaku sangat heran kalau ada yang menilai Wiranto gagal. Namun demikian, menurutnya, Wiranto tidak mempermasalahkan penilaian orang karena secara organisatoris Wiranto hanya bertanggung jawab kepada Presiden Jokowi. Jadi hanya presiden yang secara organisasi akan menilai kinerja Wiranto.
Menurutnya, Wiranto juga tidak ambil pusing apakah Presiden Jokowi akan memilihnya kembali sebagai salah satu anggota kabinetnya atau tidak. Karena hal ini sebagai hak prerogratif presiden, semua diserahkan kepada Presiden Jokowi.
"Beliau mendengar banyak usulan tentang calon kabinetnya. Tetapi beliau sangat memahami tantangan ke depan dalam pemerintahannya dan figur yang mempunyai kompetensi dan track record yang teruji yang cocok untuk membantunya dalam menghadapi situasi dan tantangan ke depan. Untuk saat ini Wiranto hanya fokus bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam masa yang tersisa," tutup Sri Yunanto.
(kri)