Soal Penunjukan Menkes, Jokowi Diminta Kedepankan Kriteria Ini

Sabtu, 21 September 2019 - 10:21 WIB
Soal Penunjukan Menkes,...
Soal Penunjukan Menkes, Jokowi Diminta Kedepankan Kriteria Ini
A A A
JAKARTA - Kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin diminta mengedepankan menteri yang mempunyai jiwa leadership, punya kapasitas dan tentunya memihak pada kepentingan rakyat. Hal itu disampaikan oleh Pengurus Komunitas Sehat itu Murah (KOMSIM), dr. Handrawan Nadesul.

Handrawan Nadesul menyoroti kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek yang masih belum menekankan program preventif sesuai konsep pembangunan kesehatan dengan kondisi seperti negara tengah berkembang, yakni primary health care. Yakni, mendahulukan revitalisasi puskesmas dengan segala programnya.

"Itu sebab target MDGs (Millennium Development Goals) kita tidak tercapai, barangkali karena membiarkan fokus pengobatan," kata Handrawan di Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

Motivator kesehatan ini juga menyoroti anggaran yang habis untuk belanja obat, sementara masyarakat masih berobat untuk penyakit yang sama karena belum diberdayakan lewat penyuluhan, seperti komunikasi informasi edukasi. Itu pula sebab BPJS Kesehatan tekor lebih dari 20 triliun, kata dia, sebab masyarakat peserta sudah telanjur dalam kondisi sakit.

"Padahal kalau pembangunan lebih mengutamakan di hulu, memberdayakan masyarakat hidup sehat dan mampu membatalkan setiap kemungkinan jatuh sakitnya, beban anggaran kesehatan tidak seberat akibat pembangunan kesehatan berat di hilir: menunggu rakyat sakit baru diberi obat murah dan RS gratis," katanya.

Dokter yang telah menghasilkan 89 buku kesehatan ini menyarankan agar memanfaatkan media mainstream dan sosial media dalam mengedukasi pembangunan di hulu, seperti TV, radio dan sosial media (sosmed).

Merespons kualifikasi Menkes mendatang, menurut dokter yang dikenal sastrawan ini, memang salah satu kualifikasi Menkes idealnya profesi dokter. Tapi bukan klinisi melainkan dokter public health dan orang lapangan.

Dia mencontohkan mantan Menkes dr Adhyatma. Beliau seorang Menkes yang memiliki wawasan manajerial kesehatan bukan klinisi. Dan dokter public health itu wajib.

"Kualifikasi Menkes mendatang selain dokter public health, kandidat harus berpengalaman lapangan, menguasai aspek preventive medicine, dan cermat berhitung ekonomi kesehatan, selain berpihak pada rakyat, membela kepentingan rakyat," tegas dokter yang kerap mengisi acara motivasi kesehatan ini.
(mhd)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Ini Deretan Menteri...
Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Berita Terkini
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Istana Belum Terima...
Istana Belum Terima Usulan Jaksa Agung soal Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
Mensesneg Sebut Pengunduran...
Mensesneg Sebut Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus Tidak Pakai Keppres
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, Nasibnya di Satgas PKH Belum Jelas
Ini Alasan KPK Belum...
Ini Alasan KPK Belum Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved