Gerindra Dukung Penundaan RUU KUHP, PKS Minta Dilanjutkan

Jum'at, 20 September 2019 - 20:07 WIB
Gerindra Dukung Penundaan...
Gerindra Dukung Penundaan RUU KUHP, PKS Minta Dilanjutkan
A A A
JAKARTA - Perbedaan sikap Partai Gerindra dan PKS semakin menunjukkan perbedaan pascapemilu 2019. Seperti misalnya dalam menyikapi permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan penundaan pengesahan RUU KUHP.

Fraksi Partai Gerindra mendukung Jokowi agar ditunda. Sementara Fraksi PKS ingin agar pengesahan RUU KUHP tetap dilanjutkan.

“Sebelum adanya konferensi pers dari presiden, Partai Gerindra yang kerap kali dalam pembahasan tingkat II itu selalu memperjuangkan beberapa pasal yang dianggap kontroversial. Hal itu yang menyebabkan pembahasan RUU KUHP menjadi agak lama dan tertunda karena kami mendengarkan aspirasi daripada konstituen dari Partai Gerindra, mahasiswa dan ibu-ibu yang selama ini terus memberikan masukan pada Fraksi Gerindra terkait RUU KUHP,” ujar Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Sehingga, kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu, ketika presiden melakukan konferensi pers untuk meminta penundaan pengesahan, Gerindra menyambut baik. Dia mengklaim bahwa Gerindra lebih dulu berupaya agar RUU KHUP yang kontroversial itu tidak segera diundangkan dalam pembahasan tingkat II.

“Karena itu sekali lagi hal yang disampaikan oleh presiden itu sejalan dengan keinginan Gerindra yang dari awal memang akan mempertinbangkan untuk meminta penundaan pengundang-undangannya RUU KUHP tersebut,” tegasnya.

Berbeda dengan Gerindra, Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Nasir Djamil berpandangan agar sebaiknya pengesahan tingkat II RUU KUHP dalam Rapat Paripurna itu tidak ditunda. Jika masih ada pasal-pasal yang dianggap tidak sesuai, masih ada waktu untuk dilakukan perubahan.

“Sebaiknya jangan ditunda. Jika ada hal-hal yang sesuai, masih ada waktu beberapa hari ke depan untuk disesuaikan,” kata Nasir saat dihubungi.

Jadi jika pemerintah dan DPR menunda pengambilan keputusan tingkat dua, dia yakin bahwa dalam waktu singkat penyesuaian-penyesuaian dalam RII KUHP bisa diselesaikan sebelum masa kerja DPR periode sekarang berakhir.

“Sebab, pengambilan putusan tingkat satu sudah dilakukan dan tidak ada sinyal bahwa presiden akan menunda pengesahan RUU KUHP,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Mars dan Hymne Baru...
Mars dan Hymne Baru PKS Bergema di Markas Gerindra, Begini Respons Prabowo
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Jika UU Pemilu Tak Direvisi,...
Jika UU Pemilu Tak Direvisi, PKS Sebut Penguasa Diuntungkan
Kuatkan Silaturahmi...
Kuatkan Silaturahmi Kebangsaan, PKS DKI Kunjungi Partai Gerindra Jakarta
Gerindra-PKS Terancam...
Gerindra-PKS Terancam 'Ketinggalan Kereta' di Pilkada Gowa 2020
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Berita Terkini
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved