Fahri Hamzah: KPK Dipimpin Polisi dan Jaksa, Begitu-begitu Saja
Senin, 16 September 2019 - 14:41 WIB
Fahri Hamzah: KPK Dipimpin Polisi dan Jaksa, Begitu-begitu Saja
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari unsur kepolisian bukan hal baru.
Menurut Fahru, komposisi pimpinan KPK periode 2019-2023 atau jilid V hal yang biasa. Tidak ada yang istimewa. "Ketua dari polisi pernah, (KPK) yang pertama Pak Taufiqurrahman Ruki, jaksa pernah Pak Antasari Azhar, lalu jaksa lagi waktu itu sebagai pimpinan transisi Pak Tumpak, iya kan," kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019).
Kemudian, kata dia, Taufiqurrahman Ruki menjadi pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK tahun 2015. "Kalau bicara polisi, ya polisi sudah dua kali, Pak Ruki itu dua kali menjabat, Pak Tumpak (Tumpak Hatorangan/jaksa) juga pernah. Jadi KPK itu paling banyak dipimpin polisi dan jaksa, sekarang begitu-begitu saja, sama saja," kata Fahri.
Sekadar diketahui, Komisi III DPR telah memilih lima orang capim KPK setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada 11-12 September 2019.
Dari 10 orang capim terpilih lima orang sebagai capim KPK terpilih periode 2019-2023, yakni Nawawi Pomolango (hakim), Lili Pintauli Siregar (advokat), Nurul Ghufron (dosen Universitas Jember), Alexander Marwata (komisioner KPK), dan Irjen Pol Firli Bahuri (anggota Polri).
Berdasarkan hasil voting, Komisi III DPR akhirnya memilih Irjen Pol Firli Bahuri sebagai ketua KPK mendatang.
Menurut Fahru, komposisi pimpinan KPK periode 2019-2023 atau jilid V hal yang biasa. Tidak ada yang istimewa. "Ketua dari polisi pernah, (KPK) yang pertama Pak Taufiqurrahman Ruki, jaksa pernah Pak Antasari Azhar, lalu jaksa lagi waktu itu sebagai pimpinan transisi Pak Tumpak, iya kan," kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019).
Kemudian, kata dia, Taufiqurrahman Ruki menjadi pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK tahun 2015. "Kalau bicara polisi, ya polisi sudah dua kali, Pak Ruki itu dua kali menjabat, Pak Tumpak (Tumpak Hatorangan/jaksa) juga pernah. Jadi KPK itu paling banyak dipimpin polisi dan jaksa, sekarang begitu-begitu saja, sama saja," kata Fahri.
Sekadar diketahui, Komisi III DPR telah memilih lima orang capim KPK setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada 11-12 September 2019.
Dari 10 orang capim terpilih lima orang sebagai capim KPK terpilih periode 2019-2023, yakni Nawawi Pomolango (hakim), Lili Pintauli Siregar (advokat), Nurul Ghufron (dosen Universitas Jember), Alexander Marwata (komisioner KPK), dan Irjen Pol Firli Bahuri (anggota Polri).
Berdasarkan hasil voting, Komisi III DPR akhirnya memilih Irjen Pol Firli Bahuri sebagai ketua KPK mendatang.
(dam)