Terima Pansel Capim KPK, Jokowi: Proses Seleksi Jangan Tergesa-gesa
Senin, 02 September 2019 - 16:17 WIB
Terima Pansel Capim KPK, Jokowi: Proses Seleksi Jangan Tergesa-gesa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Merdeka. Seperti diketahui Pansel memang menargetkan awal September ini dapat menyerahkan 10 nama hasil seleksi capim KPK kepada presiden.
Saat menerima Pansel, Presiden Jokowi secara khusus meminta agar tidak terburu-buru dalam proses seleksi. Dia menekankan pentingnya mengutamakan kualitas nama-nama capim KPK yang akan disodorkan ke DPR.
“Kita harapkan, saya kira kita juga kan tak harus tergesa-gesa. Yang paling penting menurut saya, apa yang akan nanti saya sampaikan ke DPR. Itu betul-betul nama-nama yang memang layak dipilih oleh DPR,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/9/2019).
Dia mengatakan bahwa saat ini merupakan era keterbukaan. Sehingga sudah seharusnya capim mempertimbangkan masukan-masukan dari berbagai elemen masyarakat.
“Dan yang kedua saya kira ini eranya era keterbukaan. Jadi saya minta agar masukan-masukan baik dari masyarakat, tokoh-tokoh yang memberi masukan bisa dijadikan catatan-catatan. Dalam rangka mengkoreksi apa yang telah dikerjakan oleh Pansel,” tandas Jokowi.
Pada kesempatan itu juga, mantan Gubernur DKI Jakarta juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas kerja Pansel Capim KPK.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Karena saya melihat kerja keras panjang dalam menyeleksi sejak awal sampai hari ini. Mungkin tinggal 10 atau 20 saya belum tahu. Ini adalah sebuah proses panjang yang telah dilalui,” pungkasnya.
Saat menerima Pansel, Presiden Jokowi secara khusus meminta agar tidak terburu-buru dalam proses seleksi. Dia menekankan pentingnya mengutamakan kualitas nama-nama capim KPK yang akan disodorkan ke DPR.
“Kita harapkan, saya kira kita juga kan tak harus tergesa-gesa. Yang paling penting menurut saya, apa yang akan nanti saya sampaikan ke DPR. Itu betul-betul nama-nama yang memang layak dipilih oleh DPR,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/9/2019).
Dia mengatakan bahwa saat ini merupakan era keterbukaan. Sehingga sudah seharusnya capim mempertimbangkan masukan-masukan dari berbagai elemen masyarakat.
“Dan yang kedua saya kira ini eranya era keterbukaan. Jadi saya minta agar masukan-masukan baik dari masyarakat, tokoh-tokoh yang memberi masukan bisa dijadikan catatan-catatan. Dalam rangka mengkoreksi apa yang telah dikerjakan oleh Pansel,” tandas Jokowi.
Pada kesempatan itu juga, mantan Gubernur DKI Jakarta juga mengucapkan rasa terima kasihnya atas kerja Pansel Capim KPK.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Karena saya melihat kerja keras panjang dalam menyeleksi sejak awal sampai hari ini. Mungkin tinggal 10 atau 20 saya belum tahu. Ini adalah sebuah proses panjang yang telah dilalui,” pungkasnya.
(kri)