Pemerintah Jamin Urus Jamaah Sakit hingga Pulang ke Tanah Air
Senin, 02 September 2019 - 08:06 WIB
Pemerintah Jamin Urus Jamaah Sakit hingga Pulang ke Tanah Air
A
A
A
JEDDAH - Hampir separuh jamaah haji Indonesia telah dipulangkan ke Tanah Air melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah. Namun hingga kini masih ada ratusan jamaah haji yang sakit dan harus dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi per 30 Agustus 2019, jamaah yang sakit sebanyak 223 orang. Sebanyak 69 orang dirawat di KKHI Mekkah dan Madinah, sementara 154 jamaah lainnya menjalani perawatan di RSAS yang tersebar di Mekkah, Madinah, dan Jeddah.
"Yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Jeddah sebanyak 11 orang. Adapun jamaah yang wafat di Jeddah sebanyak 5 orang," kata Kasie Kedatangan dan Keberangkatan Daker Bandara Jeddah-Madinah, PPIH 2019, Cecep Nursyamsi, Minggu (1/9/2019).
Menanggapi adanya jamaah haji yang sakit, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali berharap anggota keluarga di Tanah Air tidak perlu khawatir. Pemerintah akan mengurus seluruh keperluan jamaah selama dirawat di Arab Saudi hingga pulang ke Tanah Air.
"Bahwa ada jamaah haji masih sakit di sini, dan tertinggal di sini, akan dilayani dan diantar sampai Tanah Air. Ini bagian dari pelayanan kami," ucapnya.
Pelayanan yang diberikan bagi jamaah sakit, termasuk di antaranya biaya perawatan medis, visitasi, hingga layanan antar pulang ke Tanah Air. "Tidak ada batas waktunya. Sebulan dirawat kita layani, dua bulan kita layani. Bahkan kasarnya setahun sakit pun akan terus kita dampingi," ujar Nizar.
Selama masa operasional haji, pendampingan jamaah haji sakit dilakukan oleh PPIH Arab Saudi. "Setelah musim haji, bila masih ada jamaah sakit pendampingannya akan diestafetkan kepada Konsul Haji, KJRI bahkan KBRI," ujar Nizar.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi per 30 Agustus 2019, jamaah yang sakit sebanyak 223 orang. Sebanyak 69 orang dirawat di KKHI Mekkah dan Madinah, sementara 154 jamaah lainnya menjalani perawatan di RSAS yang tersebar di Mekkah, Madinah, dan Jeddah.
"Yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Jeddah sebanyak 11 orang. Adapun jamaah yang wafat di Jeddah sebanyak 5 orang," kata Kasie Kedatangan dan Keberangkatan Daker Bandara Jeddah-Madinah, PPIH 2019, Cecep Nursyamsi, Minggu (1/9/2019).
Menanggapi adanya jamaah haji yang sakit, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali berharap anggota keluarga di Tanah Air tidak perlu khawatir. Pemerintah akan mengurus seluruh keperluan jamaah selama dirawat di Arab Saudi hingga pulang ke Tanah Air.
"Bahwa ada jamaah haji masih sakit di sini, dan tertinggal di sini, akan dilayani dan diantar sampai Tanah Air. Ini bagian dari pelayanan kami," ucapnya.
Pelayanan yang diberikan bagi jamaah sakit, termasuk di antaranya biaya perawatan medis, visitasi, hingga layanan antar pulang ke Tanah Air. "Tidak ada batas waktunya. Sebulan dirawat kita layani, dua bulan kita layani. Bahkan kasarnya setahun sakit pun akan terus kita dampingi," ujar Nizar.
Selama masa operasional haji, pendampingan jamaah haji sakit dilakukan oleh PPIH Arab Saudi. "Setelah musim haji, bila masih ada jamaah sakit pendampingannya akan diestafetkan kepada Konsul Haji, KJRI bahkan KBRI," ujar Nizar.
(pur)