Capim KPK Diminta Tegas dan Fokus Berantas Korupsi
Jum'at, 30 Agustus 2019 - 08:51 WIB
Capim KPK Diminta Tegas dan Fokus Berantas Korupsi
A
A
A
JAKARTA - Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masa jabatan 2019-2023 tinggal menyisakan 20 kandidat. Mereka terdiri atas berbagai profesi. Siapapun yang terpilih nanti, pekerjaan rumah (PR) dan tantangan besar sudah menanti.
Persoalan di depan mata, persiapan Ibu Kota baru dengan pembenahan infrastruktur dan pengadaan barang jasa di pemerintahan akan mengeluarkan biaya tidak kecil. Karena itu, perlu perhatian ekstra untuk mengawal uang negara dalam proyek tersebut dan juga proyek-proyek lainnya, agar tidak menjadi ladang korupsi.
Pengurus LSM Fitra Uchok Sky Khadafi menyatakan, capim KPK yang saat ini berjumlah 20 orang harus konsern dalam mengawasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), baik untuk infrastruktur maupun pengadaan barang dan juga jasa pemerintah.
"Harus konsern dan menindak tegas seluruh oknum yang menyalahgunakan anggaran negara dan daerah. Harus lebih berani lagi dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berbagai pihak tanpa memandang bulu. Ini penting untuk menjaga kas negara tepat sasaran," ujar Uchok Khadafi dalam siaran pers, Jumat (30/8/2019).
Menurut Uchok, komitmen besar dibutuhkan kepada pemimpin KPK yang akan datang untuk terus menjaga korupsi di negeri tercinta. Dia tak ingin korupsi terus merajalela dan lebih parah lagi ke depannya.
"Kita akan lihat proses seleksi dari pansel KPK terkait para capim KPK yang ada saat ini. Kita tetap berharap, pansel bisa memberikan dan mendapatkan poimpinan KPK ke depan yang mampu membawa KPK menjadi lebih baik lagi untuk bangsa ini," jelas Uchok.
Sebelumnya, salah satu capim KPK dari Polri, Antam Novambar menunjukkan ketegasannya saat dicecar pertanyaan tentang keberanian menindak tegas dan memproses hukum oknum Polri yang terlibat kasus korupsi. Dia dengan tegas menjawab akan menindak tanpa ada kegaduhan.
Pria yang menjabat Wakabareskrim Polri ini akan menjalani tugasnya secara profesional tanpa pandang bulu. "Saya orang Sunda, ada pepatah Sunda, ikan yang dapat airnya nggak keruh. Kita tegakkan hukum tanpa menimbulkan kegaduhan, tetap jalan hukumnya tapi jangan kegaduhan, yang penting tangkap, enggak usah di koran," kata Antam.
Dari 20 capim KPK yang ada, terdiri dari berbagai macam profesi. Tes profile assessment diklasifikasikan berdasarkan profesi dilakukan, di antaranya dosen/akademisi, PNS, Polri, Kejaksaan, LHKPN dan dari internal KPK.
Persoalan di depan mata, persiapan Ibu Kota baru dengan pembenahan infrastruktur dan pengadaan barang jasa di pemerintahan akan mengeluarkan biaya tidak kecil. Karena itu, perlu perhatian ekstra untuk mengawal uang negara dalam proyek tersebut dan juga proyek-proyek lainnya, agar tidak menjadi ladang korupsi.
Pengurus LSM Fitra Uchok Sky Khadafi menyatakan, capim KPK yang saat ini berjumlah 20 orang harus konsern dalam mengawasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), baik untuk infrastruktur maupun pengadaan barang dan juga jasa pemerintah.
"Harus konsern dan menindak tegas seluruh oknum yang menyalahgunakan anggaran negara dan daerah. Harus lebih berani lagi dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berbagai pihak tanpa memandang bulu. Ini penting untuk menjaga kas negara tepat sasaran," ujar Uchok Khadafi dalam siaran pers, Jumat (30/8/2019).
Menurut Uchok, komitmen besar dibutuhkan kepada pemimpin KPK yang akan datang untuk terus menjaga korupsi di negeri tercinta. Dia tak ingin korupsi terus merajalela dan lebih parah lagi ke depannya.
"Kita akan lihat proses seleksi dari pansel KPK terkait para capim KPK yang ada saat ini. Kita tetap berharap, pansel bisa memberikan dan mendapatkan poimpinan KPK ke depan yang mampu membawa KPK menjadi lebih baik lagi untuk bangsa ini," jelas Uchok.
Sebelumnya, salah satu capim KPK dari Polri, Antam Novambar menunjukkan ketegasannya saat dicecar pertanyaan tentang keberanian menindak tegas dan memproses hukum oknum Polri yang terlibat kasus korupsi. Dia dengan tegas menjawab akan menindak tanpa ada kegaduhan.
Pria yang menjabat Wakabareskrim Polri ini akan menjalani tugasnya secara profesional tanpa pandang bulu. "Saya orang Sunda, ada pepatah Sunda, ikan yang dapat airnya nggak keruh. Kita tegakkan hukum tanpa menimbulkan kegaduhan, tetap jalan hukumnya tapi jangan kegaduhan, yang penting tangkap, enggak usah di koran," kata Antam.
Dari 20 capim KPK yang ada, terdiri dari berbagai macam profesi. Tes profile assessment diklasifikasikan berdasarkan profesi dilakukan, di antaranya dosen/akademisi, PNS, Polri, Kejaksaan, LHKPN dan dari internal KPK.
(maf)