ICW Duga Ada yang Ingin Ganggu Fungsi Pengawasan ke Pansel KPK

Jum'at, 30 Agustus 2019 - 09:03 WIB
ICW Duga Ada yang Ingin...
ICW Duga Ada yang Ingin Ganggu Fungsi Pengawasan ke Pansel KPK
A A A
JAKARTA - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo mengaku, belum menerima surat resmi dari Polda Metro Jaya terkait laporan kasus dugaan penyebaran informasi bohong (hoaks) terhadap dirinya, Ketua YLBHI, Asfinawati dan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

"Tapi kami menduga laporan ini murni motif mengganggu fungsi kami mengawasi seleksi ini, sehingga terpecah untuk mengawasi seleksi (calon pimpinan KPK) dengan laporan," ujar Adnan saat dihubungi, Jumat (30/8/2019).

(Baca juga: DPR Minta Pansel Capim KPK Jangan Alergi Masukan Masyarakat)

Namun begitu, Adnan mengaku pihaknya sudah mendapatkan informasi siapa pelapornya, motif dibalik laporan serta latarbelakang pelapor. Sehingga informasi tersebut dianggap cukup memadahi untuk dirinya merespon laporan tersebut.

"Sebenarya alih-alih merespons laporan itu, kami akan tetap fokus pada detik-detik (seleksi) ini. Karena pada jumat pansel akan menjawab siapa 10 calon yang layak, kemudian pada senin mereka akan bertemu presiden. Nah itu saat krusial yang perlu kita awasi bersama," katanya.

Adnan sendiri mengaku, tidak bisa berspekulasi terlalu jauh apakah pelapor ada hubungan dengan capim KPK tertentu. Yang jelas, ia belum yakin apakah laporan itu murni dilakukan atas kesadaran yang bersangkutan atau ada dorongan pihak-pihak tertentu.

Dia hanya menilai, laporan kasus penyebaran informasi bohong yang dituduhkan kepada dirinya merupakan tafsir yang salah. Menurut dia, kasus informasi bohong yang nyata itu ada pada kasus Ratna Sarumpaet. Sementara dirinya hanya mengkritik kinerja Pansel KPK yang disampaikan melalui media massa.

"Tapi kalau yang kemarin itu saya kritisi kan komposisi pansel KPK, dan komposisi pansel KPK sangat krusial, karena mereka yang akan menentukan pimpinan KPK. Oleh karena itu wajib dikritisi, karena kalau enggak dikritik nanti masyarakat bertanya, ke mana ini orang-orang yang selama ini mengawasi," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
KPK Beberkan Kinerja...
KPK Beberkan Kinerja Bidang Penindakan di Semester I 2022
Menyorot Kinerja KPK,...
Menyorot Kinerja KPK, Butuh Konsistensi Berkelanjutan
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved