Swasta Disarankan Tidak Bangun Kantor Pemerintahan Ibu Kota Baru

Rabu, 28 Agustus 2019 - 15:04 WIB
Swasta Disarankan Tidak...
Swasta Disarankan Tidak Bangun Kantor Pemerintahan Ibu Kota Baru
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah melibatkan pihak swasta untuk ikut membangun infrastruktur di Ibu Kota baru menuai polemik dari banyak pihak karena dikhawatirkan pihak swasta dapat mengganggu kemandirian pemerintah. Sementara, kesiapan anggaran pemerintah juga dipertanyakan karena alokasi APBN hanya sekitar 30%.

Peneliti Pembangunan Daerah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syarif Hidayat mengakui bahwa infrastruktur sosial ekonomi dan juga pemerintahan menjadi tantangan yang cukup berat. Mulai dari jalan, drainase, air bersih dan kantor-kantor kementerian yang merupakan tim presiden perlu dibangun dan itu semua butuh waktu.

Sementara, target pemerintah adalah 2024 infrastruktur bisa rampung. Hal itu memungkinkan selama direncanakan secara matang tetapi apakah dana pemerintah mencukupi sementara pemerintah juga masih menghitung.

“Sejauh mana dana disiapkan sehingga direalisasikan dalam tiga tahun sudah dibangun, kalau menurut saya butuh 5-7 tahun,” ujar Syarif saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Soal keterlibatan swasta dalam pembangunan, Syarif berpandangan bahwa keterlibatan swasta dimungkinkan dalam pembangunan infrastruktur Ibu Kota baru.

“Itu kan tergantung ya, bisa dengan PPP, public private partnership. Salah satu yang bisa ditempuh soal pembiayaan,” jelas Syarif.

Namun, kata Syarif, keterlibatan swasta itu perlu diseleksi karena orientasi swasta dan pemerintah berbeda. Swasta berorientasi pada keuntungan (profit oriented) sementara pemerintah pada pelayanan publik (public service oriented). Jadi sebaiknya pihak swasta hanya membangun sarana umum dan bukan kantor pemerintahan.

“Perlu diseleksi dengan baik swasta di bagian mana akan membangun, misalnya jalan tol, bisa saja. Kecil kemungkinan swasta bangun kantor pemerintahan, transportasi bisa saja MRT, LRT dan transjarta BUMD, bisa saja,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Denny JA Sebut Memindahkan...
Denny JA Sebut Memindahkan Ibu Kota Perlu Pemimpin yang Berani
6 Negara yang Gagal...
6 Negara yang Gagal Memindahkan Ibu Kota Negaranya
Ibu Kota Baru Dinilai...
Ibu Kota Baru Dinilai Harus Benar-benar Perhatikan Politik-Ekonomi
Pemuda Sulsel Didorong...
Pemuda Sulsel Didorong Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Catat! Ini 4 Tahapan...
Catat! Ini 4 Tahapan Pemindahan Ibu Kota Indonesia
Berita Terkini
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved