Ribuan Sumur Wakaf ACT, Solusi Jangka Panjang Kekeringan di Berbagai Daerah

Selasa, 27 Agustus 2019 - 18:56 WIB
Ribuan Sumur Wakaf ACT,...
Ribuan Sumur Wakaf ACT, Solusi Jangka Panjang Kekeringan di Berbagai Daerah
A A A
JAKARTA - Direktur Social Distribution Program (SDP) Aksi Cepat Tanggap (ACT), Wahyu Novyan mengajak masyarakat untuk tidak abai pada kasus kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Menurut Wahyu, kekeringan bisa berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, bahkan hingga lost generation atau kehilangan generasi.

Merespons kondisi tersebut, dalam kurun empat bulan, ACT telah memproses kurang lebih 1.400 sumur wakaf di seluruh Indonesia. “Kalau seseorang sudah tidak punya air, maka dampak turunannya jadi berat. Dampaknya bisa ke air minum, kebutuhan makan, air bersih, kebutuhan untuk mandi, kebutuhan aktivitas, ibadah, solat, dan lain-lain,” ujar Wahyu kepada SINDOnews, Selasa (27/8/2019).

Sebab itu, kata Wahyu, harus ada kesiapsiagaan yang dibangun. ACT telah melakukan sejumlah aksi untuk meredam krisis air bersih akibat kekeringan kali ini.

“Aksi utamanya tentu distribusi air bersih. Dari data yang kami kompilasi, ada sekitar 55 kabupaten juga kota yang kepala daerahnya sudah menyatakan darurat kekeringan,” lanjut Wahyu.

Dia menuturkan selain distribusi air bersih, masyarakat harus memerhatikan rencana jangka panjang dalam menuntaskan dampak kekeringan tersebut. Menurut Wahyu, ACT akan berikhtiar menggerakkan sektor wakaf, seperti pembuatan sumur wakaf dan sumur resapan.

“Tentunya kalau jangka panjang kita akan berdayakan sektor wakaf. Kita punya sumur wakaf, harus ada pendampingan masyarakat, sehingga masyarakat ada inisiatif kalau mereka tidak punya air, tahu langkah apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi kekeringan tidak bisa dibiarkan sebab lama-lama kesadaran masyarakat akan hilang dan lama-lama masalah kekeringan menjadi kronis. Bantuan jangka panjang tersebuat telah direalisasikan oleh Global Wakaf-ACT melalui program sumur wakaf di berbagai lokasi.

Misalnya, ketika tim Global Wakaf mengunjungi Lumbung Ternak Wakaf (LTW) ACT yang ada di Cintabodas. Warga masih dapat menikmati sumber air yang melimpah. Hal ini bertolak belakang dengan beberapa wilayah di Tasikmalaya yang sedang mengalami kekeringan di awal musim kemarau.

Salah satu pengurus LTW Tasikmalaya, Puji Saepulrohman mengatakan air melimpah itu bersumber dari Sumur Wakaf. Puji mengatakan, semenjak adanya Sumur Wakaf, banyak hal terbantu dari airnya. Tak sedikit warga sekitar LTW yang memanfaatkan air sumur ini.

“Warga kadang mencuci dan mandi di sini. Ketika kemarau, air enggak kering. Saat pembangunan jalan desa, air juga diambil dari Sumur wakaf,” ujarnya.

Puji menambahkan, untuk menjaga agar pasokan air terus ada dari Sumur Wakaf, ia hanya perlu melalukan perawatan rutin. Perawatan yang dilakukan seputar pipanisasi.

“Kontrol pipa secara rutin, kalau ada yang pecah ya diganti. Pemeliharaan ini supaya tak ada hambatan air untuk keluar dan bisa terus dimanfaatkan warga,” tambahnya.

Di tempat yang berbeda, seremoni peletakan batu pertama Sumur Wakaf Global Wakaf-ACT dilakukan oleh Kepala Desa Ridogalih. Pembangunan Sumur Wakaf ini adalah salah satu penanganan jangka panjang atas kekeringan yang kerap melanda Kampung Gempol II di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi beberapa bulan ini.

Sutaryo, tim Global Wakaf mengatakan Sumur Wakaf ini akan memiliki kedalaman hingga lebih dari 60 meter. “Di sekitar daerah yang kita tempatkan Sumur Wakaf itu sudah ada beberapa sumur yang keluar airnya, meski debitnya itu kecil karena masing-masing sumurnya itu hanya di kedalaman 60 meter. Sumur kita ini akan kita usahakan lebih dari 60 meter supaya debit airnya lebih besar. Dan sudah kita survei juga di lokasi yang kita bangun, sumber airnya bagus,” jelas Sutaryo.

Selain distribusi air bersih di 28 cabang di berbagai lokasi kekeringan, ACT juga melakukan sejumlah aksi pendampingan seperti pelayanan kesehatan dan makanan gratis. ACT mengajak semua masyarakat untuk bahu-membahu mengirimkan bantuan melalui aksi nyata di bit.ly/DermawanAtasiKekeringan. Mari atasi kekeringan yang mematikan ini dengan menjadi Dermawan.. #KekeringanMematikan.
(kri)
Berita Terkait
Luncurkan Sahabat UMI,...
Luncurkan Sahabat UMI, ACT Berdayakan Ibu-ibu Pelaku Usaha Mikro
Meredam Kerentanan Ekonomi...
Meredam Kerentanan Ekonomi di Masa Pembatasan Sosial
Krisis Akibat Covid,...
Krisis Akibat Covid, Arif Justru Raup Keuntungan Jutaan Rupiah
Bupati Takalar Lepas...
Bupati Takalar Lepas Kapal Ramadhan ACT Sulsel ke Pulau Lantang Peo
Influencer Makassar...
Influencer Makassar Grebek Kampung Kumuh Bagikan Pangan Gratis
Logo Baru ACT, Refleksi...
Logo Baru ACT, Refleksi Visi Lembaga untuk Peradaban Dunia yang Lebih Baik
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved