Ketua DPD: Indonesia Butuh Komitmen Pemuda untuk Jaga NKRI

Senin, 26 Agustus 2019 - 16:55 WIB
Ketua DPD: Indonesia...
Ketua DPD: Indonesia Butuh Komitmen Pemuda untuk Jaga NKRI
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) menerima audiensi kelompok pemuda yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/8/2019).

Dalam pertemuan itu, OSO mengapresiasi komitmen gerakan pemuda untuk bersatu dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dia mengatakan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan. Setiap orang memiliki pemikiran berbeda-beda dalam menyikapi persoalan bangsa.

Kendati demikian, dia mengaku bangga dengan pemuda yang secara tegas menyampaikan komitmennya untuk berjuang menjaga keutuhan NKRI.

“Komitmen menjaga keutuhan bangsa tidak gampang dilaksanakan, karena kita berbeda pikiran dan rasa. Saya bangga dalam kondisi saat ini masih ada anak bangsa yang berani memberi pernyataan tegas bahwa saya adalah anak bangsa. Ini adalah kebangkitan NKRI. Di sinilah komitmen Anda semua adalah komitmen sejati,” ujarnya.

Senator asal Kalimantan Barat ini berharap komitmen yang sama juga dapat menggugah generasi muda lainnya untuk mau bersatu padu menjaga keutuhan bangsa, mengingat saat ini banyak juga generasi muda yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saudara NKRI, saudara Pancasila, begitu juga dengan saya. Saya berharap generasi muda lainnya diluar sana, dapat tergugah dan bersama-sama membangun bangsa dan menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Gercin Hendrik Yance Udam menuntut Pancasila sebagai ideologi sudah final sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

“Kehadiran Gercin merupakan upaya untuk memperkuat posisi politik NKRI bahwa Pancasila telah final sebagai ideologi bangsa. Proses perjuangan bukan hanya tugas pemerintah tapi juga semua elemen masyarakat,” tutur Hendrik Yance.

Mengenai peristiwa yang dialami masyarakat Papua di Surabaya, dia menyatakan kondisi Indonesia sangat rumit karena akan dihadapkan dengan berbagai kepentingan.
(dam)
Berita Terkait
Sidang Paripurna DPD...
Sidang Paripurna DPD Ke-11 Digelar Secara Virtual
Masalah Lelang Jabatan...
Masalah Lelang Jabatan Sekjen DPD, Nono Sampono Surati Presiden
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Puan Pengganti dan Penerus...
Puan Pengganti dan Penerus Perjuangan Soekarnoisme
Istimewanya FGD Penguatan...
Istimewanya FGD Penguatan Peran DPD di Yogyakarta
Sah! 152 Anggota DPD...
Sah! 152 Anggota DPD RI Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved