RUU Pesantren Diminta Tak Hilangkan Ciri Khas Ponpes

Senin, 26 Agustus 2019 - 15:33 WIB
RUU Pesantren Diminta...
RUU Pesantren Diminta Tak Hilangkan Ciri Khas Ponpes
A A A
JAKARTA - Perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) memyambut baik adanya pengakuan pendidikan pesantren lewat Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Namun demikian, mereka berpesan bahwa RUU ini tidak menghilangkan ciri khas setiap ponpes dan ponpes tetap independen dalam menentukan kurikukulumnya.

Hal ini dikatakan oleh perwakilan Ponpes Lirboyo, Jawa Timur (Jatim), Dahlan Ridwan dalam RDPU bersama Forum Pesantren dan Perwakilan Pesantren Wilayah Indonesia di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/8/2019).

"Kami berharap RUU ini dapat menjaga ciri khas, kultur, dan indepedensi pesantren. Dapat dikatakan bahwa Ponpes kami merupakan Ponpes yang masih menanamkan nilai-nilai tradisional, dan kami merasa ini merupakan ciri khas kami," kata Dahlan Ridwan.

(Baca juga: Bahas RUU Pesantren, DPR Minta Masukan dari Forum Ponpes)

Dahlan meminta, agar pemerintah tidak menyerahamman pesantren di mana penyelenggaraan pendidikan di suatu pesantren harus sama dengan pesantren lainnya. Pihaknya ingin keberagaman itu menjadi bagian dari tata kelola pesantren yang ada di Indonesia.

"Ibarat pohon, ada ranting, daun, bunga dan lain-lain. Jangan seperti merawat rumah yang mencopot, mengganti, atau mewarnai. Kami memastikan pohon ini disirami sehingga pohon pesantren ini bisa hidup dan terus berkembang," ujarnya.

Senada Perwakilan Ponpes Tebuireng, Jombang, Jatim, Nurhanan juga memberikan catatan bahwa UU ini nantinya jangan sampai mengubah independensi pesantren menjadi lemah dalam hal ragam pendidikan di pesantren.

"Memiliki otonomi untuk menentukan kurikukum sendiri," kata Nurhanan di kesempatan yang sama.

Karena lanjut Nurhanan, di masing-masing pesantren ini beragam jenis pendidikannya. Ada pesantren yang dalam pendidikannya menggunakan model umum dan formal, dan ada juga yang sistem pendidikannya muadalah.

"Pendidikan umum ini mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi atau Madrasah sampai Perguruan Tinggi, di kami menerapkan model muadalah," paparnya.

Selain itu Nurhanan menambahkan, untuk pendidikan pesantren non formal ini pihaknua meminta agar ijazahnya diakui dan dapat disamakan dengan lembaga pendidikan formal.

Kemudian, Perwakilan Ponpes Modern Darussalam Gontor, Jatim, Agus Budiman memaparkan bahwa pendidikan pesantren di Indonesia sangat unik dan khas. Pihaknya berharap bahwa RUU ini bisa menambah jaringan santei sampai ke skala internasional.

"Dari luar negri di lembaga kami kurang lebih ada 700 orang," terangnya.

Namun demikian, Agus menambahkan, pihaknya berharap agar RUU ini bisa merekognisi apa yang telah ada di dalam pesantren, contohnya tahun ajaran yang menajdi kekhasan setiap pesantren. Juga dalam sistem jenjang pendidikan.

Di Gontor kata dia, jenjang Tsanawiyah dan Aliyah (SMP dan SMA) itu dilaksanakan secara berkesinambungan selama 6 tahun. "Maksud kami kekhasan seperti ini mohon agar menjadi perhatian utama," pintanya.
(maf)
Berita Terkait
Sempat Dikira Pelihara...
Sempat Dikira Pelihara Tuyul, Kiai Asep Ubah Hutan Angker Jadi Pesantren Bertaraf Internasional
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Majelis Masyayikh: Standar Mutu Bukan Penyeragaman
Masa Depan Pendidikan...
Masa Depan Pendidikan Pesantren
Mahad Aly se-Indonesia...
Ma'had Aly se-Indonesia Bahas Regulasi Pendidikan Pesantren
3 Rekomendasi Gernas...
3 Rekomendasi Gernas Ayo Mondok untuk Penguatan Pendidikan Pesantren
Diakui sebagai Pendidikan...
Diakui sebagai Pendidikan Formal, Penjaminan Mutu Pesantren Harus Diberlakukan
Berita Terkini
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved