Jokowi Beberkan Alasan Ibu Kota Harus Dipindah dari Jakarta
Senin, 26 Agustus 2019 - 14:17 WIB
Jokowi Beberkan Alasan Ibu Kota Harus Dipindah dari Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengumumkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi ibu kota baru. Kedua daerah di Kalimantan Timur itu akan menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota negara.
Sebelum mengumumkan lokasi ibu kota baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan tentang alasan di balik kebijakan tersebut.
"Rencana perpindahan ibu kota digagas sejak lama. Bahkan sejak Presiden pertama Ir Soekarno. Sejak merdeka, belum pernah merancang (pemindahan-red) ibu kotanya. Banyak yang bertanya kenapa harus pindah?" kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/8/2019).
Jokowi menjelaskan pertama, beban Jakarta sudah terlalu besar sebagai pusat pemerintahan bisnis, keuangan, jasa, bandara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia.
Kedua, beban pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54% dari total penduduk Indonesia.
"Sebanyak 58% PDB (produk domestik bruto) ada di Pulau Jawa. dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan. Ini akan berat jika pindahnya di Pulau Jawa," tuturnya. (Baca juga: Ibu Kota Dipindah ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara )
Pemerintah telah memutuskan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegarai di Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru.
Alasan dua daerah itu menjadi lokasi ibu kota baru, di antaranya berada di tengah wilayah Indonesia dan risiko terjadinya bencana di daerah itu sangat kecil.
Sebelum mengumumkan lokasi ibu kota baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan tentang alasan di balik kebijakan tersebut.
"Rencana perpindahan ibu kota digagas sejak lama. Bahkan sejak Presiden pertama Ir Soekarno. Sejak merdeka, belum pernah merancang (pemindahan-red) ibu kotanya. Banyak yang bertanya kenapa harus pindah?" kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/8/2019).
Jokowi menjelaskan pertama, beban Jakarta sudah terlalu besar sebagai pusat pemerintahan bisnis, keuangan, jasa, bandara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia.
Kedua, beban pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54% dari total penduduk Indonesia.
"Sebanyak 58% PDB (produk domestik bruto) ada di Pulau Jawa. dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan. Ini akan berat jika pindahnya di Pulau Jawa," tuturnya. (Baca juga: Ibu Kota Dipindah ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara )
Pemerintah telah memutuskan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegarai di Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru.
Alasan dua daerah itu menjadi lokasi ibu kota baru, di antaranya berada di tengah wilayah Indonesia dan risiko terjadinya bencana di daerah itu sangat kecil.
(dam)