Wacana 10 Pimpinan MPR, Fahri Hamzah Nilai Tidak Rasional Ditambah

Rabu, 21 Agustus 2019 - 12:02 WIB
Wacana 10 Pimpinan MPR,...
Wacana 10 Pimpinan MPR, Fahri Hamzah Nilai Tidak Rasional Ditambah
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Fahri Hamzah menilai bahwa wacana penambahan Pimpinan MPR dari 5 menjadi 10 tidak diperlukan. Karena, fungsi Pimpinan MPR pascaamandemen UUD 1945 hanya sementara dan sebatas simbolik saja. Bahkan, fungsinya hanya sekadar melantik presiden dan wakil presiden.

“Jadi undang-undang (UU Nomor 2/2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD) belum mungkin,” ujar Fahri menjawab wacana penambahan Pimpinan MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Fahri mempersilakan DPR periode mendatang jika ingin mengubah UU MD3. Dia sendiri tidak sependapat dengan wacana tersebut karena Pimpinan MPR ini fungsinya hanya sementara yakni melantik presiden dan wapres.

Serta memutuskan impeachment presiden jika memang Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan demikian. Atau melakukan amandemen konstitusi, namun proses itu semua sangat panjang.

“Jadi keanggotaan permanen tapi leadership-nya tidak permanen. Itu yang saya tangkap ruhnya pascaamandemen, jadi tidak ada lagi kepemimpinan yang tidak terlalu permanen,” terang Fahri.

Bahkan, Fahri menilai bahwa Pimpinan MOR ini hanya simbolik saja untuk menerima tamu dalam acara kenegaraan yang diadakan MPR atau melakukan Sidang Tahunan MPR yang dilakukan sekali dalam setahun. Sehingga, tidak ada fungsi yang menuntut sifat permanen dari kepemimpinan MPR itu. Berbeda dengan DPR dan DPD yang harus melakukan fungsi pengawasan, rapat Badan Musyawarah (Bamus) dan juga paripurna rutin.

“Sementara MPR itu paripurna cuma 3, kalau mau lantik presiden, kalau mau ubah UUD kalau mau ganti presiden cuma tiga kali. Yang dua kali nyari enggak ada. Berarti cuma sekali aja itu kepemimpinan MPR diperlukan pada saat pelantikan udah itu selesai,” paparnya.

Karena itu, Fahri menegaskan karena Pimpinan MPR fungsinya simbolik maka tidak rasional jika harus ditambah jumlahnya. Kembali dia menegaskan, Pimpinan MPR tidak memiliki fungsi.

“Kalau simbolik kan ya tidak rasional hanya simbolik supaya semua partai harus dalam kepemimpinan saya enggak tahu, kalau itu sih itu kan simbolik. Tapi, kalau fungsional (Pimpinan MPR) nggak ada fungsinya gitu,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Pimpinan MPR: Perppu...
Pimpinan MPR: Perppu 1/2020 Sebaiknya Ditolak DPR
Sidang Tahunan MPR Digelar...
Sidang Tahunan MPR Digelar Hari Ini, Begini Susunan Acaranya
Sah! 732 Anggota MPR...
Sah! 732 Anggota MPR Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
AHY Satu-satunya Ketum...
AHY Satu-satunya Ketum Parpol Non-Pejabat di Sidang Tahunan MPR
Pandemi, Sidang Tahunan...
Pandemi, Sidang Tahunan MPR Tetap Digelar dan Hanya Dihadiri 57 Orang
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved