Wali Kota Akui Ada 2 ASN di Pemkot Yogyakarta Kena OTT KPK

Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:31 WIB
Wali Kota Akui Ada 2...
Wali Kota Akui Ada 2 ASN di Pemkot Yogyakarta Kena OTT KPK
A A A
YOGYAKARTA - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan melibatkan dua ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Hal ini dipastikan dengan sticker dalam pengawasan KPK yang berada di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Bagian Layanan Pengadaan (BLP).

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengaku prihatin dengan tertangkapnya dua pegawainya tersebut. Diapun mengakui dua PNS terjaring OTT KPK tadi malam.

"Saya dengar kan dari media juga. Namun laporannya ada dua orang," ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/8/2019).

Diapun berharap semua pihak untuk menghormati proses hukum. Sampai saat ini kedua PNS masih menjalani pemeriksaan intensif KPK.

Dari penelusuran yang dilakukan SINDOnews, dua ASN tersebut adalah Al, kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Kota Yogyakarta serta Bas, pegawai di Bagian Layanan Pengadaan.

Seperti diketahui, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan lima orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Yogyakarta kemarin, Senin (19/8/2019). Kelima orang tersebut sudah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK pada pagi hari ini, Selasa (20/8) untuk menjalani pemeriksaan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan bahwa kelima orang yang diamankan dibawa ke Jakarta dengan diterbangkan dari Solo pada pukul 06.00 WIB pagi tadi.

"Pagi ini, lima orang yang diamankan dalam OTT di Jogja kemarin telah dibawa ke Gedung KPK dan sekarang dalam proses pemeriksaan secara intensif," ujar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/8/2019).

Lima orang tersebut terdiri dari unsur 1 orang jaksa yang menjabat Jaksa Fungsional yang bertugas di TP4D Kejaksaan Negeri Yogyakarta, lalu 2 orang pihak swasta, Kepala Bidang SDA Dinas PUPK Kota Jogja dan Ketua Pokja Badan Layanan Pengadaan Kota Jogja.
(kri)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved