Demokrat Merapat ke Pemerintah, PKB Sebut Idealnya Harus Ada Oposisi

Selasa, 13 Agustus 2019 - 10:45 WIB
Demokrat Merapat ke...
Demokrat Merapat ke Pemerintah, PKB Sebut Idealnya Harus Ada Oposisi
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding angkat suara terkait dengan sikap Partai Demokrat yang memutuskan bergabung ke Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Karding menganggap, pada prinsipnya kata kuncinya terletak kepada keputusan Presiden Jokowi dengan Demokrat.

"Ini kalau Pak Jokowi misalnya menghendaki harus ada tambahan koalisi ya tentu akan dibahas di partai-partai. Nanti pembahasannya seperti apa, keputusannya seperti apa, tentu kita harus nunggu dulu kan," ujar Karding saat dihubungi SINDOnews, Selasa (13/8/2019).

Karding tak menampik jika nantinya keputusan Demokrat bergabung diakomodir Jokowi akan ada pembahasan dan kesepakatan politik atau power sharing yang dicapai. Namun begitu, Karding memastikan hal itu akan dibahas bersama partai koalisi yang ada untuk melihat barganing politik yang Demokrat tawarkan.

Menurut dia, power sharing bisa terjadi di kabinet maupun legislatif. "Prinsipnya tentu kita akan berjalan seperti apa nanti," kata mantan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Karding mengaku tak menjamin dengan bergabungnya Demokrat ke dalam pemerintahan akan mengurangi jatah partai koalisi. Sebab, semuanya belum bisa dipastikan karena harus menunggu pembahasan bersama antara Jokowi dengan pimpinan partai koalisi.

Meski saat ini sistem presidensial harus tetap diperkuat, dia menegaskan sejak awal idealnya harus ada partai-partai yang menjadi oposisi untuk penyeimbang pemerintahan dalam mengambil kebijakan.

"Soal siapa yang mau jadi oposisi kita kan juga belum tau, belum melihat, yang jelas baru PKS yang menyatakan oposisi, yang lain kan kadang-kadang oposisi, kadang-kadang bergabung. Ya sekali lagi belum ada yang bisa ini. Kalau idealnya oposisi kita dorong berkembang, supaya ada kontrol, supaya ada diskusi setiap mengambil kebijakan itu akan membuat itu lebih matang demokrasinya," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Tak...
Presiden Jokowi Tak Hadiri Muktamar PKB di Bali, Diwakili Wapres Ma'ruf Amin
Hari Lahir Pancasila,...
Hari Lahir Pancasila, PKB Optimistis Indonesia Mampu Lewati Covid-19
PKB Gelar Rapat Pleno...
PKB Gelar Rapat Pleno Bareng Ma'ruf Amin Bahas Struktur Kepengurusan Baru
Muktamar Tetapkan Wapres...
Muktamar Tetapkan Wapres Ma'ruf Amin Jadi Ketua Dewan Syuro PKB
Maruf Amin Mau Fokus...
Ma'ruf Amin Mau Fokus Bangun PKB usai Pensiun sebagai Wapres
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved