Ini Kata Mantan Kepala Bais Soal Enzo Allie, Taruna Akmil TNI

Minggu, 11 Agustus 2019 - 11:50 WIB
Ini Kata Mantan Kepala...
Ini Kata Mantan Kepala Bais Soal Enzo Allie, Taruna Akmil TNI
A A A
JAKARTA - Enzo Zenz Allie (18), sebuah nama yang akhir-akhir ini menjadi perhatian publik. Kehebatannya sebagaimana yang dijelaskan oleh Danjen Akmil bahwa Enzo ngajinya hebat, agamanya bagus, dan bisa menguasai empat bahasa, antara lain bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman.

Akan tetapi, dari medsos sangat terlihat Enzo serta orang tuanya "terpengaruh" dengan perkembangan ekstrem kanan saat ini. Bahkan, Menurut Analis Intelijen dan Keamanan Ridwan Habib baik Enzo maupun ibunya hanya terpapar populisme Islam, yang tengah menguat pasca Pilkada DKI 2016.

Selama ini, setiap orang yang akan menjadi anggota TNI selalu melalui kegiatan Penelitian Khusus (Litsus). Salah satu kriteria dalam Litsus yang paling mematikan adalah "Keterpengaruhan", ke arah ekstrem kanan, ekstrem kiri dan ekstrem lainnya.

Untuk melihat keterpengaruhan itu tidak perlu sulit-sulit. Apa yang dilakukan oleh Enzo dan ibunya, itu adalah bukti "pengaruh perkembangan keadaan saat ini" terhadap mereka. Bahkan itu diakui oleh Ridwan Habib.

Walaupun menurut Ridwan Habib mereka "hanya terpapar" tapi itu adalah bukti bahwa mereka 'telah terpengaruh". Seberapa besar "keterpengaruhannya"? Tidak ada ukuran "keterpegaruhan" kecil atau besar sama saja. Namanya tetap "terpengaruh".

"Saya sependapat dengan Pak Ridwan, Enzo bukan penyusup, tapi bagi saya Enzo adalah orang yang telah berada di bawah pengaruh," ujar mantan Kepala Bais Laksda Purn Soleman Ponto, Minggu (11/8/2019).

Sebagai pembanding, kata dia, seseorang bisa tidak lulus tes masuk hanya karena adik ibu atau adik bapak terpengaruh ekstrem kiri atau komunis. Apalagi kalau yang dinilai terpengaruh adalah orang tua, maka sudah pasti orang yang ikut tes itu tidak akan lulus.

Hal ini seharusnya berlaku bagi Enzo, apapun alasannya dia dan ibunya "telah terpengaruh" dan hal ini haram hukumnya bagi TNI. "Saya yakin sekali, ada calon lainnya tidak lolos karena "keterpengaruhannya" semua calon taruna yang akan dididik di kawah Candradimuka Magelang harus bebas dari "pengaruh" ekstrem kanan, kiri dan ekstrem lainnya. Mereka harus benar-benar bersih, sehingga mudah untuk membentuknya dan hasilnya akan baik," kata dia.

Ibaratnya makanan, kalau bahan yang akan dimasak itu sudah "cenderung asin" maka akan tidak enak kalau akan dijadikan manis. Karena itu bahannya harus betul betul tawar, tidak ada pengaruh dari asin atau dari manis

"Lalu, apakah hanya Enzo yang ngajinya hebat, agamanya bagus? Saya yakin masih ada juga calon lain yang ngajinya juga tidak kalah dengan Enzo," ucapnya.

Lalu apakah hanya karena Enzo menguasai empat bahasa, lalu "keterpengaruhannya" diabaikan begitu saja? Harap diingat bahwa TNI dalam melaksanakan tugasnya "tidak memerlukan orang-orang yang dapat berbicara dengan empat bahasa", karena TNI dalam melaksanakan tugasnya hanya akan "bicara dengan peluru".

Tes masuk TNI janganlah dijadikan ajang coba-coba. Standar prosedur yang telah ada hendaknya dijalankan dengan sebaik-baiknya. Proses tes masuk TNI telah disusun sedemikian rupa dengan menganut asas "Zero Toleran". Tidak ada toleransi sama sekali bagi hal-hal yang dapat berkembang ke arah ekstrim.

"Dengan demikian, menurut saya Enzo tidak cocok untuk jadi Taruna Akmil karena telah "terpengaruh" perkembangan ekstrim kanan yang sedang berkembang saat ini," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Inilah 5 Jenderal TNI...
Inilah 5 Jenderal TNI yang Bertugas di Pusat Zeni Angkatan Darat
3 KSAD dengan Jabatan...
3 KSAD dengan Jabatan Terlama, Ada yang Menjabat Hampir 10 Tahun
Profil Kapusziad TNI...
Profil Kapusziad TNI AD, Mayjen Budi Hariswanto Jebolan Akmil 92
Respons TNI AD Terkait...
Respons TNI AD Terkait Kritikan Megawati soal Pembangunan Kodam Baru
Mutasi TNI Terbaru,...
Mutasi TNI Terbaru, 53 Pati Angkatan Darat Digeser dari Jabatannya
Mayjen TNI Yudhy Chandra...
Mayjen TNI Yudhy Chandra Jaya, Lulusan Akmil 1988 yang Kini Jabat Danpussenarmed
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved