Datangi DPR, Bupati Nduga Minta Presiden Tarik Personel TNI- Polri

Senin, 05 Agustus 2019 - 18:24 WIB
Datangi DPR, Bupati...
Datangi DPR, Bupati Nduga Minta Presiden Tarik Personel TNI- Polri
A A A
JAKARTA - Bupati Nduga, Papua Yairus Gwijangge beserta 40 delegasi melakukan audiensi dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Pimpinan DPR lainnya pagi tadi.

Mereka meminta DPR menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menarik personel TNI/Polri dari Nduga. Alasannya, masyarakat tidak tenang dengan keberadaan TNI-Polri yang memburu kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)

“Puji Tuhan Hari ini kami berhasil bertemu bapak ketua DPR dan kami menyampaikan dengan harapan bahwa masyarakat Nduga tidak hidup tenang. Mereka masih berada di hutan-hutan. Mereka juga sudah mengungsi ke beberapa kabupaten tetangga lain. Dan sekitar 11 distrik itu sudah dikosongkan,” kata Bupati Nduga Yairus Gwijangge seusai audiensi di Ruang Rapat Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta,Senin (5/8/2019).

Karena itu, pihaknya berharap penuh lewat Ketua DPR untuk menyampaikan pada Presiden Jokowi agar melakukan penarikan personel TNI-Polri baik organik maupu non organik yang tengah bertugas di Nduga.

“Sehingga kami dengan harapan penuh meminta kepada Bapak Presiden melalui Ketua DPR bahwa penarikan anggota TNI-Polri non organik dan organik itu sama-sama melaksanakan tugas di sana,” pintanya.

Selain itu, sambung Yairus, pihaknya menolak rencana pembangunan jalan dari Nduga ke arah Wamena dan Jayapura. Karena hanya memperburuk nama Nduga.

“Saya juga mendengar dalam media bahwa untuk penarikan rencana kerja jalan dari Nduga ke arah ke Wamena Jayapura itu menolak. Saya menolak dan kami di sana hanya jadi nama nama saja, nama buruk saja ditinggalkan lalu kegiatannya dipindahkan ke daerah lain,” paparnya.

Dia menambahkan, pembangunan jalan sebaiknya mulai dari Mamogu menuju ibu kota kabupaten lanjut ke atas itu lebih aman daripada dari gunung ke bawah. ”Kalau dari Wamena sampai Mbua aman kalau kita lakukan pengaspalan dari 2020 lebih bagus,” sarannya.
(cip)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Perintahkan...
Presiden Jokowi Perintahkan Buru OPM, Pasukan Elite TNI-Polri Bersiaga di Beoga Kabupaten Puncak
Polri Ajak Mahasiswa...
Polri Ajak Mahasiswa dan Pemuda Bantu Selesaikan Masalah Papua
Bersihkan Asrama Mahasiswa,...
Bersihkan Asrama Mahasiswa, Pasukan TNI-Polri Temukan Sajam dan Dokumen Papua Merdeka
2 Markas TPNPB OPM Dikuasai...
2 Markas TPNPB OPM Dikuasai Pasukan Elit TNI/Polri
Jokowi Minta Setiap...
Jokowi Minta Setiap Pembangunan di Papua Dikawal TNI-Polri
Pengamat Keamanan Desak...
Pengamat Keamanan Desak Pemerintah Tindak Tegas OPM
Berita Terkini
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Kurban dan Pembangunan
Kurban dan Pembangunan
Harapan Keadilan Prosedural...
Harapan Keadilan Prosedural di Balik Permintaan dr Tifa dan Roy Suryo Mengembalikan SPDP ke Kepolisian
Cerita Ray Rangkuti...
Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998
Infografis
Resmi, DPR Akhirnya...
Resmi, DPR Akhirnya Minta TikTok Angkat Kaki dari AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved