Pendukung Jokowi-Ma'ruf Akui Beda Pendapat Soal Penambahan Koalisi

Minggu, 28 Juli 2019 - 16:55 WIB
Pendukung Jokowi-Maruf...
Pendukung Jokowi-Ma'ruf Akui Beda Pendapat Soal Penambahan Koalisi
A A A
JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengakui Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tidak satu suara menyikapi isu Partai Gerindra bergabung ke Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

PSI mengakui isu perlu tidaknya penambahan anggota KIK menimbulkan prokontra di internal koalisi.

"Memang sepertinya ada beda pendapat apakah perlu penambahan partai di koalisi Jokowi. Tapi semua masih ter-manage dengan baik," ujar Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni kepada SINDOnews, Minggu (28/7/2019). (Baca juga: Nasdem: Sebaiknya yang Kalah Tetap Berada di Luar )

Kendati demikian secara umum, menurut dia, koalisi masih sangat solid hingga saat ini. Dia memberikan contoh keakraban KIK dalam acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019.

Meski begitu, kata Raja Juli, pada akhirnya semua anggota KIK memahami pemegang mandat rakyat adalah Jokowi. "Pak Jokowi pasti mendengar usulan. Akhirnya beliau yang akan mengambil keputusan. Semua partai, pada akhirnya, pasti akan menerima," tuturnya.

Hal demikian dikatakan Raja Juli Antoni menyikapi pendapat Analisis Politik dan Direktur IndoStrategi, Arif Nurul Imam yang menilai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bakal terpecah atau terbelah jika Partai Gerindra bergabung dengan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Adapun isu bergabungnya Partai Gerindra itu muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT), Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu 13 Juli lalu.

Isu tersebut semakin santer setelah Prabowo Subianto bertemu dengan Megawati Soekarnoputri Rabu 24 Juli lalu di Rumah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Sementara itu, beredar kabar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani disiapkan untuk kursi ketua MPR RI periode 2019-2024. Selain itu muncul juga isu Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menduduki kursi Menteri Pertanian Kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Keduanya selalu mendampingi Prabowo Subianto saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus dan ke rumah Megawati Soekarnoputri.
(dam)
Berita Terkait
Jokowi dan Maruf Amin...
Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Apel Kader Partai Gerindra
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Bahlil Tegaskan Golkar...
Bahlil Tegaskan Golkar Kawal Jokowi-Ma'ruf Amin sampai Tuntas
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved