Jadi Oposisi, PKS Tidak Menutup Diri untuk Kursi Pimpinan MPR

Jum'at, 26 Juli 2019 - 16:50 WIB
Jadi Oposisi, PKS Tidak...
Jadi Oposisi, PKS Tidak Menutup Diri untuk Kursi Pimpinan MPR
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan akan menjadi oposisi dalam pemerintahan mendatang. Namun, sikap oposisi yang dimaksud yaitu tidak berada di pemerintahan atau kabinet. Sementara di Parlemen, PKS tetap membuka diri untuk berkomunikasi dengan partai politik (parpol) lainnya, termasuk parpol 02.

Anggota Fraksi PKS di MPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan PKS memilih menjadi oposisi karena menyadari bahwa dalam Pilpres 2019 lalu, calon yang diusung PKS yakni pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah. Sementara untuk perebutan paket pimpinan MPR, menurut Andi, akan berlangsung dinamis.

Artinya, MPR tidak lantas menutup diri sehingga masih memungkinkan untuk ikut memperebutkan paket kursi pimpinan MPR. ”Kalau memang ada yang meminta nantinya, berapa fraksi meminta (PKS masuk dalam paket pimpinan MPR) ya nggak ada masalah,” ujar Andi di sela Diskusi Empat Pilar MPR di Media Center DPR/MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Andi memperkirakan nantinya akan ada dua paket pimpinan MPR yang masing-masing ada unsur parpol dan DPD. Artinya di setiap paket ada satu DPD dan empat parpol.

Namun, tidak menutup kemungkinan nantinya hanya akan ada satu paket saja dengan sistem musyawarah mufakat. Menurutnya, jika nantinya disepakati musyawarah mufakat maka dalam paket pimpinan nanti sebaiknya tidak hanya lima orang pimpinan, satu DPD dan empat parpol, tapi bisa lebih dari lima orang sehingga bisa mengakomodir kepentingan setiap parpol.

”Ya bisa kita kembalikan ke yang dulu-dulu kan 8 orang. Kalau aturan yang sekarang kan cuma lima orang. Ya tergantung nanti apakah rapat partai yang menang kemarin mau sama-sama. (PKS) sebagai partai terbuka komunikasi dengan yang lainnya,” katanya.

Andi memperkirakan pemilihan paket pimpinan MPR akan berlangsung dinamis seperti yang terjadi pada periode-periode sebelumnya. ”Sekali lagi ini belum final. Apakah memang hanya lima orang seperti (aturan) sekarang, bisa juga mengakomodir seperti kemarin akan diubah menjadi delapan (pimpinan), kan itu bisa saja. Jadi saya sekali lagi bahwa ini tergantung dari komunikasi dan dinamika nanti pembahasan di partai,” tuturnya.

Namun, dibanding pilihan dengan sistem paket, Andi mengaku lebih condong pada pemilihan berdasarkan musyawarah mufakat karena MPR merupakan badar permusyawaratan. ”Tapi itu pandangan pribadi saya ya,” katanya.
(kri)
Berita Terkait
Ketua Majelis Syura...
Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
Legislator PKS Sebut...
Legislator PKS Sebut Parliamentary Threshold 7 Persen Berangus Suara Rakyat
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Ringankan Beban Rakyat,...
Ringankan Beban Rakyat, PKS Minta Pemerintah Lanjutkan Stimulus Listrik
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Raih Penghargaan, Fraksi...
Raih Penghargaan, Fraksi PKS Terus Komitmen Terima Aspirasi Rakyat Indonesia
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved