Moeldoko Tegaskan Anggota Koalisi Pendukung Jokowi Bisa Bertambah

Jum'at, 26 Juli 2019 - 15:54 WIB
Moeldoko Tegaskan Anggota...
Moeldoko Tegaskan Anggota Koalisi Pendukung Jokowi Bisa Bertambah
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko menegaskan dunia politik dinamis, termasuk kemungkinan adanya penambahan jumlah partai politik (parpol) anggota koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Koalisi bisa bertambah, bahasa bertambah kan plus. Koalisi plus-plus," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Menurut dia, politik bersifat dinamis. Hanya saja, dinamisasi politi bisa cepat atau lembat. "Sesuai dengan situasi dan kondisi," katanya.

Wacana penambahan anggota koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf semakin kencang menyusul adanya pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019.

Sebelum Gerindra, dua partai pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yakni Partai Demokrat dan PAN terlebih dahulu diiuskan akan bergabung dengan koalisi Jokowi.

Dari empat parpol pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tegas menyatakan akan menjadi oposisi.

Mengenai rencana acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin hari ini, Moeldoko menilai itu hal wajar. Pembubaran TKN tidak terkait dengan soliditas koalisi.

"Berbeda konteksnya. TKN dalam rangka menstrukturkan untuk mengoperasikan bagaimana konsep pemilih dijalankan. Tapi koalisi adalah bagaimana membangun sebuah kekuatan bersama dalam rangka pemenangan, yang kedua, dalam rangka menjaga stabilitas pemerintahan baik di eksekutif atau legislatif nanti," tutur Kepala Kantor Staf Kepresidenan ini.
(dam)
Berita Terkait
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Beberkan...
Ma'ruf Amin Beberkan Kunci Harmonis dengan Jokowi
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Jokowi Tegaskan Larangan...
Jokowi Tegaskan Larangan Bukber untuk Internal Pemerintah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved