Kekalahan Golkar di Sejumlah Basis Pengaruhi Restu Jokowi untuk Airlangga

Jum'at, 19 Juli 2019 - 07:30 WIB
Kekalahan Golkar di...
Kekalahan Golkar di Sejumlah Basis Pengaruhi Restu Jokowi untuk Airlangga
A A A
JAKARTA - Dua Calon Ketua Umum Partai Golkar yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) dianggap tengah berebut pengaruh dan restu dari Presiden Jokowi untuk menduduki kursi Golkar satu. Meski Jokowi enggan mencampuri urusan internal Golkar, namun sebagai partai pengusung, Golkar tetap mendapat tempat di hati Jokowi.

Pengamat politik Bawono Kumowo menilai, peran Golkar tetap signifikan bagi jalannya pemerintahan Jokowi - KH. Ma'ruf Amin selama lima tahun mendatang. Wajar, dua kandidat caketum saat ini getol meminta restu Jokowi. Sayangnya, kata Bawono, langkah Airlangga untuk memimpin Partai Golkar kembali memiliki jalan terjal.

"Tidak dapat dimungkiri bahwa dukungan moril dan politik dari Presiden Jokowi merupakan hal tidak terpisahkan dari proses pencalonan ketua umum tersebut sebagaimana ketika terjadi suksesi dari Setnov kepada Airlangga Hartato beberapa tahun lalu," ujar Bawono, di Jakarta, Jumar (19/7/2019).

Peneliti Habibie Center itu menambahkan, Golkar bersama PDI Perjuangan memang akan menjadi andalan Presiden Jokowi dalam mengamankan kebijakan pemerintahan yang diusulkan ke parlemen, termasuk soal RAPBN. Karena itu Bawono menegaskan, menduduki posisi ketua umum Partai Golkar berarti menjadi salah satu bagian penting lingkaran dalam Presiden Jokowi.

Namun, Bawono juga melihat hal yang akan mengganjal Airlangga dalam mencari restu Jokowi di bursa calon Ketua Umum Golkar. Hal itu tak terlepas dari kinerja Airlangga dalam memimpin Golkar, termasuk capaian partai berlambang pohon beringin itu di Pemilu 2019.

"Hasil pemilu 17 April kemarin tentu menjadi salah satu bahan evaluasi Presiden Jokowi dalam memberikan dukungan moril dan politik tersebut. Dalam konteks itu kekalahan Jokowi dalam pemilihan presiden kemarin di sejumlah provinsi basis politik Partai Golkar seperti Sulawesi Selatan dan Riau bisa jadi akan memengaruhi pemberian dukungan moril dan politik tersebut," papar dia.

Bawono menambahkan, kemungkinan Presiden Jokowi menjadi tak nyaman dengan kepemimpinan Airlangga di Golkar. "Hal itu akan menjadi salah satu penentu dari penilaian Presiden Jokowi apakah Airlangga Hartarto masih dapat diandalkan atau tidak dalam membantu mengarungi lima tahun pemerintahan mendatang, terutama menghadapi berbagai dinamika politik di DPR RI dalam proses pembuatan undang-undang atau kebijakan," katanya.
(cip)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Hadir...
Presiden Jokowi Hadir di Penutupan Munas XI Partai Golkar
Penutupan Munas XI Golkar,...
Penutupan Munas XI Golkar, Jokowi: Saya Kalau Melihat Pohon Beringin Bawaannya Adem
Sebut Partai Terbuka,...
Sebut Partai Terbuka, Politikus Golkar Beri Sinyal ke Presiden Jokowi
Jokowi Kenakan Kemeja...
Jokowi Kenakan Kemeja Kuning Hadiri Munas XI Golkar, Sinyal Jadi Ketua Dewan Pembina?
Alien Mus Sebut Kader...
Alien Mus Sebut Kader Golkar Makin Semangat Menangi Pilpres, Ini Sebabnya
Jawab Isu Masuk Golkar,...
Jawab Isu Masuk Golkar, Jokowi: Saya Tiap Hari Masuk Istana
Berita Terkini
Kelakar Bahlil di Hadapan...
Kelakar Bahlil di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman
Mobil Inafis Polres...
Mobil Inafis Polres Jakpus Sambangi Kantor BGN, Ada Apa?
KPK Panggil Sekda dan...
KPK Panggil Sekda dan Anggota DPRD terkait Kasus Bupati Muara Enim
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Sahroni Dukung Polri...
Sahroni Dukung Polri Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved