PAN Didorong Konsisten Jadi Oposisi

Senin, 15 Juli 2019 - 13:56 WIB
PAN Didorong Konsisten...
PAN Didorong Konsisten Jadi Oposisi
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo mengaku selalu menekankan agar partainya konsisten menjadi oposisi. Drajad pun sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menilai oposisi merupakan mulia.

"Saya sepakat dengan beliau (Presiden Jokowi), menjadi oposisi itu terhormat. Meski demikian, saya mempunyai alasan yang berbeda. Alasan saya tidak terkait dengan dukung mendukung dalam Pilpres. Alasan utama saya, semua negara yang demokratis itu memerlukan checks and balances," ujar Drajad Wibowo dihubungi wartawan, Senin (15/7/2019).

Dia melanjutkan, ada beberapa negara di dunia ini yang seolah-olah demokratis. "Mereka menyelenggarakan pemilu. Ada parlemen. Tapi checks and balances nya tidak berjalan. Pembagian kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif tidak terpenuhi dengan baik," ujarnya.

Bahkan, kata dia, tidak jarang dari beberapa negara di dunia yang dimaksud, penegakan hukumnya menjadi pengadilan Kanguru (Kangaroo court). "Sebuah pengadilan yang semena-mena. Silakan google jika ingin tahu pengertian kangaroo court. Saya tidak usah menyebutkan negara mana saja yang seolah-olah demokratis itu," katanya.

Dia menambahkan, agar sistem pengawasan dan keseimbangan (Checks and Balances) berjalan baik, maka diperlukan oposisi yang berkualitas. "Oposisi yang bisa menyampaikan koreksi dengan substansi dan data yang kuat. Oposisi yang bisa menawarkan opsi kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat," imbuhnya.

Dia pun mengingatkan bahwa beroposisi itu bukan berarti bermusuhan. Dia mengatakan, silaturahmi tetap harus dibina walaupun beroposisi. "Tapi pihak pemerintah dan oposisi saling menghormati pilihan politik masing-masing," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah dan oposisi saling berlomba berbuat kebaikan bagi rakyat. Jika itu bisa diwujudkan, kata dia, demokrasi Indonesia akan semakin kuat dan sehat.

"Harapannya, kesejahteraan rakyat juga akan semakin meningkat. Itu sebabnya saya selalu menekankan agar PAN konsisten beroposisi. Dengan alasan di atas, soal apakah pintu koalisi terbuka atau tertutup, itu topik yang tidak penting dan tidak relevan," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Deretan Gubernur dan...
Deretan Gubernur dan Menteri Hadiri Bimtek PAN di Bali
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
PAN Gelar Kongres ke-VI...
PAN Gelar Kongres ke-VI di Jakarta, Ini Harapan BM PAN
Prabowo Singgung Orang...
Prabowo Singgung Orang Lain di Bibir Lain di Hati, Siapa Dia?
Musda PAN Tak Digelar...
Musda PAN Tak Digelar Serentak, Tahap Pertama Hanya 16 Daerah
PAN Didesak Percepat...
PAN Didesak Percepat Proses PAW Hanafi Rais
Berita Terkini
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved