Golkar Perlukan Sosok Kandidat Ketua Umum yang Progresif

Kamis, 11 Juli 2019 - 20:35 WIB
Golkar Perlukan Sosok...
Golkar Perlukan Sosok Kandidat Ketua Umum yang Progresif
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Jember, Jawa Timur Muhammad Ikbal menilai posisi Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam pencalonan Ketua Umum Partai Golkar semakin kuat. Menurut Ikbal, kuatnya posisi Bamsoet ini tak lebih disebabkan sikap Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menonaktifkan beberapa pengurus DPD yang kabarnya mendukung pencalonan Bamsoet.

"Jika benar sikap Airlangga tersebut, maka memberikan dampak positif bagi Bamsoet untuk naik menjadi Golkar-1," ujar Ikbal dalam keterangannya kepada SINDOnews, Kamis (11/7/2019).

Selain itu, Ikbal menganalisa sikap Airlangga itu diduga karena ketakutan Airlangga terhadap Bamsoet yang solid di akar rumput maupun DPD dan senior. "Bisa juga itu bentuk kekhawatiran Airlangga," ucap Ikbal.

Diketahui, Ketua DPD yang dinonaktifkan itu di antaranya Ketua DPD Kota Ambon, Kabupaten Tual, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Sementara, Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menilai Golkar harus lebih progresif agar bisa tetap kuat bersaing dengan parpol lain menghadapi Pemilu 2024. Karenanya, dalam Munas mendatang diperlukan sosok kandidat Ketua Umum yang progresif. Menurut Surokim sosok ada dalam Bambang Soesatyo.

"Bamsoet punya keunggulan yakni lebih progresif dan bisa komunikasi dengan kader senior juga elite politik lain dan Presiden Jokowi," jelas Surokim dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Surokhim juga mengatakan nilai plus Bamsoet ada dia sosok milenial dan energik sehingga bisa menyasar pemilih pemula yang jumlahnya cukup besar. "Ini modal besar Bamsoet," tegas Surokim.

Diketahui, Bamsoet sudah santer terdengar untuk maju menjadi pesaing petahana Airlangga Hartarto dalam Munas Golkar. Hingga saat ini, Bamsoet belum juga melakukan deklarasi karena jadwal Munas belum juga ditentukan.

Sesuai rencana, Munas partai berlambang pohon beringin tersebut akan digelar pada Desember mendatang. Soal dinamika yang terjadi akhir-akhir ini dalam kontestasi Golkar-1, Surokim menyayangkan jika terjadi penonaktifan beberapa pengurus Golkar yang mendukung salah satu calon.

"Harusnya demokrasi dicontohkan oleh Golkar. Dengan tujuan agar Golkar kuat," demikian Surokim.
(kri)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved