PKB Tegaskan Belum Ada Pembahasan Kursi Menteri
Rabu, 10 Juli 2019 - 18:24 WIB
PKB Tegaskan Belum Ada Pembahasan Kursi Menteri
A
A
A
SEMARANG - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku hingga kini belum ada pembahasan kursi menteri dengan Presiden Joko Widodo atau partai politik anggota koalisi.
Namun jika harus memilih, pria yang biasa disapa Cak Imin ini lebih memilih untuk menduduki Ketua MPR.
“Saya terus terang ingin di MPR. Menteri sudah pernah dan sudah cukup lah saya di eksekutif. Gantian. Biar saya yang di legislatif,” kata Cak Imin dalam acara Sosialisasi Muktamar PKB di Semarang, Jawa Tengah, 9 Juli 2019 malam.
Namun dia kembali menegaskan sama sekali belum ada pembahasan mengenai kursi menteri. Menurut dia, Presiden Jokowi pernah menyampaikan kemungkinan pembahasan baru akhir Juli.
Sementara di internal PKB, saat ini masih dilakukan inventarisir orang orang yang dinilai layak. Dia menyebutkan kader dan nonkader yang nantinya akan disodorkan untuk diberikan amanah menjabat sebagai menteri.
Namun keduanya harus benar-benar memiliki kemampuan dan dibutuhkan di bidangnya. Mengenai jumlah, dia mengaku belum menentukan. “Belum, pada saatnya nani akan kita umumkan,” ungkapnya.
Ketika ditanya apakah PKB khawatir jatah kursinya akan berkurang jika Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat bergabung, Cak Imin tidak menjawab secara tegas.
“Saya tidak tahu jatah-jatahan (menteri-red), sama sekali belum dibahas,” tukasnya. (ahmad antoni)
Namun jika harus memilih, pria yang biasa disapa Cak Imin ini lebih memilih untuk menduduki Ketua MPR.
“Saya terus terang ingin di MPR. Menteri sudah pernah dan sudah cukup lah saya di eksekutif. Gantian. Biar saya yang di legislatif,” kata Cak Imin dalam acara Sosialisasi Muktamar PKB di Semarang, Jawa Tengah, 9 Juli 2019 malam.
Namun dia kembali menegaskan sama sekali belum ada pembahasan mengenai kursi menteri. Menurut dia, Presiden Jokowi pernah menyampaikan kemungkinan pembahasan baru akhir Juli.
Sementara di internal PKB, saat ini masih dilakukan inventarisir orang orang yang dinilai layak. Dia menyebutkan kader dan nonkader yang nantinya akan disodorkan untuk diberikan amanah menjabat sebagai menteri.
Namun keduanya harus benar-benar memiliki kemampuan dan dibutuhkan di bidangnya. Mengenai jumlah, dia mengaku belum menentukan. “Belum, pada saatnya nani akan kita umumkan,” ungkapnya.
Ketika ditanya apakah PKB khawatir jatah kursinya akan berkurang jika Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat bergabung, Cak Imin tidak menjawab secara tegas.
“Saya tidak tahu jatah-jatahan (menteri-red), sama sekali belum dibahas,” tukasnya. (ahmad antoni)
(dam)