Relawan Dukung Anak Muda Jadi Menteri di Kabinet Jokowi
Selasa, 02 Juli 2019 - 20:08 WIB
Relawan Dukung Anak Muda Jadi Menteri di Kabinet Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberi sinyal menempatkan anak muda dalam kabinetnya bersama KH Maruf Amin. Anak muda yang Jokowi maksud yakni yang memahami menejerial dan mampu mengeksekusi program-program pemerintah.
"Ya, bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun, kenapa tidak? Tapi dia harus mengerti manajerial, dan mampu mengeksekusi program-program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak," kata Jokowi dalam wawancara bersama salah satu media nasional baru-baru ini.
Pernyataan Jokowi mendapat sambutan baik dari Koordinator Central Mahasiswa Pro Jokowi, Yusuf Aryadi. Menurutnya anak muda sangat layak menjadi bagian dari kabinet Indonesia Kerja karena anak muda kaya akan gagasan.
Di samping itu, selama masa kampanye Pilpres 2019, anak muda banyak terlibat mendukung pasangan Jokowi - Maaruf Amin hingga akhirnya keluar sebagai pemenang pemiluh. "Anak muda menjadi garda terdepan dalam setiap kampanye dan sosialisasi visi misi Jokowi - Maruf Amin," ujar Yusuf di Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Yusuf bahkan menyebut nama anak muda yang layak dipilih oleh Jokowi sebagai pembantunya di kabinet yang baru. Yakni Muhammad Harris Indra, mantan politisi Gerindra yang memilih mendukung Jokowi - Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.
Pria kelahiran 1985 itu, sambung Yusuf, memiliki pengetahuan di bidang militer dan intelijen. Yusuf yakin, bila harus menjadi bagian dari Kabinet Kerja, bisa melakukan transformasi sistem pertahanan yang modern, profesional dan terpercaya. "Akademisi muda ini pantas berada di barisan Kabinet Kerja sampai lima tahun ke depan," ujar Yusuf.
Nama Muhammad Haris Indra sempat jadi perbincanga pada 2014, karena memilih Jokowi. Kala itu dia menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Pertahanan.
"Ya, bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun, kenapa tidak? Tapi dia harus mengerti manajerial, dan mampu mengeksekusi program-program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak," kata Jokowi dalam wawancara bersama salah satu media nasional baru-baru ini.
Pernyataan Jokowi mendapat sambutan baik dari Koordinator Central Mahasiswa Pro Jokowi, Yusuf Aryadi. Menurutnya anak muda sangat layak menjadi bagian dari kabinet Indonesia Kerja karena anak muda kaya akan gagasan.
Di samping itu, selama masa kampanye Pilpres 2019, anak muda banyak terlibat mendukung pasangan Jokowi - Maaruf Amin hingga akhirnya keluar sebagai pemenang pemiluh. "Anak muda menjadi garda terdepan dalam setiap kampanye dan sosialisasi visi misi Jokowi - Maruf Amin," ujar Yusuf di Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Yusuf bahkan menyebut nama anak muda yang layak dipilih oleh Jokowi sebagai pembantunya di kabinet yang baru. Yakni Muhammad Harris Indra, mantan politisi Gerindra yang memilih mendukung Jokowi - Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.
Pria kelahiran 1985 itu, sambung Yusuf, memiliki pengetahuan di bidang militer dan intelijen. Yusuf yakin, bila harus menjadi bagian dari Kabinet Kerja, bisa melakukan transformasi sistem pertahanan yang modern, profesional dan terpercaya. "Akademisi muda ini pantas berada di barisan Kabinet Kerja sampai lima tahun ke depan," ujar Yusuf.
Nama Muhammad Haris Indra sempat jadi perbincanga pada 2014, karena memilih Jokowi. Kala itu dia menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Pertahanan.
(nag)