Tudingan Arabisasi di Banyuwangi Sangat Keterlaluan

Senin, 01 Juli 2019 - 17:46 WIB
Tudingan Arabisasi di...
Tudingan Arabisasi di Banyuwangi Sangat Keterlaluan
A A A
BANYUWANGI - Sebuah tulisan berisi tudingan ‘arabisasi’ beredar di ranah publik. Tudingan tersebut ditujukan pada gagasan halal tourism yang dicetuskan Pemkab Banyuwangi. Sejumlah tokoh bereaksi. Termasuk para pelaku wisata di daerah setempat.

Menanggapi tudingan itu, pelaku wisata dan penggagas Taman Gandrung Terakota Banyuwangi Sigit Pramono mengaku tak habis pikir dengan sikap orang tersebut.

“Saya tidak bisa memahami apa yang menjadi niat dan tujuan orang yang menyebut telah terjadi arabisasi pariwisata di Banyuwangi,” ujarnya, Minggu (30/6/2019).

Menurutnya, ‘penyerang’ ini memang sangat keterlaluan. Padahal, sudah begitu banyak hal yang dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang menjadi contoh sukses daerah dengan sektor pariwisata yang sukses.

“Saya benar-benar kecewa dengan statement arabisasi itu. Maksudnya apa? Padahal, selama ini kebudayaan dan kesenian tradisional Banyuwangi selalu diangkat ke tempat yang sangat terhormat. Dari 99 event yang diprakarsai Pemkab Banyuwangi, sebagian besar adalah kegiatan seni budaya tradisional Banyuwangi,” jelasnya.

Sigit Pramono menambahkan, sejauh ini Menpar Arief Yahya selalu aktif dalam pengembangan pariwisata Banyuwangi. Beliau selalu menyempatkan hadir dalam kegiatan yang terkait pariwisata di Banyuwangi. Seperti Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, dll. Akhir tahun lalu, beliau juga meresmikan Taman Gandrung Terakota. Yaitu sebuah situs rawat ruwat seni dan budaya Banyuwangi.

“Kalau soal wisata halal, menurut saya itu sebuah strategi pemasaran. Sebagai upaya untuk menjangkau segmen khusus yang memang membutuhkan layanan dan produk khusus. Kalau ada yang menyoal tentang pantai syariah Pulau Santen, itu karena memang ada permintaan. Dan semestinya tidak perlu dipersoalkan karena pantai lainnya untuk masyarakat umum masih jauh lebih banyak,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi I Komang Sudira menyatakan, penyebaran tudingan itu adalah bentuk kezaliman untuk masyarakat Banyuwangi. Tidak ada umat Hindu di Banyuwangi yang berpikiran seperti itu.

Menurutnya, Umat Hindu Banyuwangi hidup penuh toleransi dengan umat agama lain. Tidak ada intimidasi, tidak dikekang, dan bahkan jajaran Pemkab Banyuwangi sering mendatangi undangan di acara-acara Umat Hindu.

"Saya yakin, tudingan itu dibangun untuk kepentingan pribadi. Sebab, Umat Hindu Banyuwangi tidak seperti itu. Tindakannya sama saja menzalimi masyarakat Banyuwangi," ucapnya.

Komang menambahkan, pihak yang menulis dengan tudingan 'arabisasi' tidak memahami Banyuwangi. Sebab, daerah ini justru merayakan perbedaan dengan berbagai atraksi seni-budaya khas kearifan lokal. Di sini jga dihuni berbagai suku bangsa. Mulai Osing, Bugis, Jawa, Madura, hingga Tionghoa.

"Kami merayakan setiap kegiatan seni-budaya dengan semarak. Termasuk pada festival yang digagas untuk masyarakat Tionghoa. Semua kami rayakan tanpa memandang agama. Inilah cara masyarakat Banyuwangi untuk guyub. Jadi jangan berpikir untuk memecah belah dengan opini pribadi," pungkasnya.
(akn)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved