Kepala BNP2TKI Semangati Peserta Ujian Akhir Semester UT di Qatar

Minggu, 30 Juni 2019 - 23:46 WIB
Kepala BNP2TKI Semangati...
Kepala BNP2TKI Semangati Peserta Ujian Akhir Semester UT di Qatar
A A A
DOHA - Minister of Administrative Development, Labor and Social Affairs of the State of Qatar, HE Yousuf Mohamed Al Othman Fakhroo, menerima kunjungan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, pada Kamis 27 Juni 2019. Ikut mendampingi Duta Besar LBBP RI untuk Negara Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dan Pejabat BNP2TKI.

Dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (30/6/2019), pertemuan tersebut membahas langkah-langkah dan upaya dalam kerangka peningkatan hubungan bilateral bidang ketenagakerjaan antara Republik Indonesia dan Negara Qatar. Dengan menggerakkan perjanjian perekrutan tenaga kerja terampil dan semi-terampil Indonesia untuk dipasarkan ke Qatar.

Di sela-sela kunjungan kerja ke Qatar tersebut, pada 28 Juni 2019, Kepala BNP2TKI didampingi Duta Besar LBBP RI untuk Negara Qatar, menyempatkan diri meninjau pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) 2019. (Hari Pertama) yang diikuti oleh 53 Mahasiswa Universitas Terbuka di Qatar dari berbagai macam profesi.

Dalam sambutan singkatnya, Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa untuk kali pertama beliau meninjau pelaksanaan Ujian Akhir Semester UT di Qatar dan menurutnya hal ini cukup berbeda dengan negara-negara lain yang pernah beliau tinjau sebelumnya seperti Malaysia, Taiwan, Hong Kong dan Korea Selatan.

Meskipun Peserta Ujian (Mahasiswa UT) di Qatar tidak sebanyak dibandingkan dengan jumlah Mahasiswa UT yang berada di negara-negara yang telah disebutkan di atas, tetapi Mahasiswa UT di Qatar termasuk dalam tenaga kerja terampil Indonesia. Namun, dia mengapresiasi mahasiswa Indonesia tersebut dan mendoakan yang terbaik bagi mereka.

Dalam kesempatan yang sama Duta Besar LBBP RI untuk Negara Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi berpesan agar belajar lebih serius dan lebih giat, agar dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu, tanpa mengganggu pekerjaan utama.
(wib)
Berita Terkait
Soal Kasus Ketenagakerjaan,...
Soal Kasus Ketenagakerjaan, ILO Apresiasi Sikap Pemerintah Indonesia
Mendesak, Reformasi...
Mendesak, Reformasi Regulasi Ekosistem Ketenagakerjaan dalam RUU Ciptaker
Gaji Tak Juga Dibayar...
Gaji Tak Juga Dibayar Perusahaan, Pekerja Pembersih Lahan Geruduk Disnaker Riau
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Pusat Pasar Kerja Jawaban...
Pusat Pasar Kerja Jawaban Berbagai Ketenagakerjaan Hadapi Era Revolusi Digital
Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan...
Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan Ditunda, Momentum Jaring Aspirasi
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved