Tekan Angka Stunting, Kemenkes Gandeng Perguruan Tinggi

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:26 WIB
Tekan Angka Stunting,...
Tekan Angka Stunting, Kemenkes Gandeng Perguruan Tinggi
A A A
JAKARTA - Perbaikan gizi masyarakat, khususnya dalam mengatasi masalah stunting, telah menjadi komitmen pemerintah. Namun di tengah turunnya angka kemiskinan persentase stunting masih dianggap cukup tinggi, yakni 30%.

Stunting adalah masalah pembangunan yang kompleks dan terkait dengan kemiskinan, kelaparan dan kurang gizi, kesehatan ibu dan anak, penyakit, pendidikan, kondisi lingkungan dan sanitasi, serta keamanan pagnan dan gizi.

"Karena itu penanggulangan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor, lintas disiplin serta lintas pelaku," kata Prof Fasli Jalal, Rektor Universitas YARSI saat kegiatan Penyamaan Persepsi Perguruan Tinggi Pada Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Pandeglang, Banten, di Jakarta.

Sebenarnya program untuk membantu masyarakat tak punya agar anggota keluarganya terhindar dari stunting sudah dilakukan. Namun pemerintah tidak melakukannya secara teritegrasi. "Misalnya ada warga mendapat bantuan pembangunan toilet, tapi dia tak tersentuh bantuan kesehatan atau lainnya. Jadi sekarang kami coba untuk diintegrasikan," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota, bertanggung jawab atas pencegahan dan penanggulangan stunting. Untuk itu pemerintah perlu memastikan program lintas sektor dilaksanakan secara konvergen dan efektif.

Namun upaya ini masih mengahdapi berbagai tantangan. Di antaranya, perbedaan persepsi antara pihak terkait terhadap masalah stunting dan masalah gizi pada umumnya, masalah koordinasi, dan kualitas SDM. Dalam kaitan ini perguruan tinggi (PT) dapat membantu mengatasi masalah pemahaman tersebut serta mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program penanggulangan stunting oleh pemerintah, khususnya pemkab.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Direktorat Gizi, Kementerian Kesehatan menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), melakukan pendampingan kepada pemerintah kabupaten dalam mengelola program penanggulangan stunting.

"Universitas YARSI merupakan salah satu dari dua PTS yang dipercaya oleh Kementerian Kesehatan untuk terlibat dalam mengelola program penanggulangan stunting. Satu lagi UKI," kata Hera Nurlita, staf Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes.

Lebih lanjut dikatakan, Universitas YARSI mendapat penugasan pendampingan di Kabupaten Pandeglang, Banten. Ada 10 desa yang akan menjadi wilayah prioritas penanganan stunting di sana, yaitu Desa Kadu Maneuh, Koroncong, Pakuluran, Pasirkarag, Tegalongok, Banyu Mundu, Pasirdurung, Langensari, Koncang, dan Kadugadung.

Pada kesempatan yang sama, Prof Soekirman, Guru Besar tidak tetap Fakultas Kedokteran (FK) UKI Jakarta mengatakan, stunting dan gizi buruk tidak bisa disamakan. "Stunting dipengaruhi oleh 1.000 hari sejak kehamilan. Jadi penyebabnya bukan hanya gizi buruk," katanya.

Ditanya penyebab stunting, dia mengatakan, ada banyak penyebab stunting. Antara lain, pernikahan di bawah umur. "Nah melalui pendampingan terintegrasi yang melibatkan multidisiplin ilmu, bisa dilakukan pendekatan secara agama sebaiknya tidak melakukan pernikahan di bawah usia yang dibolehkan oleh UU," katanya lagi.

Rika Yuliwulandari, Dekan FK YARSI, menuturkan, program yang akan berakhir pada bulan Oktober ini mempunyai target tertentu. "Bukan hanya memberikan data potensi stunting di suatu wilayah, kami juga menargetkan bisa membangun dua posyandu di tiap desa dan melatih atau merekrut kader. Sehingga ketika kami tinggalkan, mereka inilah yang melanjutkan program pencegahan stunting di desanya," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved