Menristekdikti : 2025 Indonesia Produksi Mobil Listrik Nasional

Sabtu, 22 Juni 2019 - 11:16 WIB
Menristekdikti : 2025...
Menristekdikti : 2025 Indonesia Produksi Mobil Listrik Nasional
A A A
YOGYAKARTA - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan pada 2025 Indonesia sudah bisa memproduksi massal mobil listrik sendiri.

Menristekdikti Mohammad Nasir mengatakan, mobil listrik dibutuhkan di masa depan untuk mewujudkan konsep green economy. Konsep yang tidak hanya untuk menyejahterakan masyarakat namun juga, lanjutnya, menghemat sumber daya alam dan mengurangi polusi udara.

‘’Ini hal yang sangat penting. Ini sudah di dalam dan dunia sudah mulai menuju ke sana. Harapannya sampai di 2025 Indonesia sudah punya mobil listrik sendiri,’’ katanya Dies Natalis Universitas Negeri Yogyakarta ke 55 dan Peluncuran Mobil Listrik Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di kampus UNY, Sabtu (22/6/2019).

Mantan rektor Undip ini mengatakan, untuk menyokong program mobil listrik nasional sudah dibentuk konsorsium perguruan tinggi seperti dari UI, ITB, UGM, UNS dan ITS. Nasir menyampaikan ke depan akan ditambah perguruan tinggi lainnya sebagai pendukung konsorsium. Menristekdikti menyampaikan, kementerian setiap tahunnya menggelontorkan anggaran untuk mendorong riset dibidang mobil listrik sekitar Rp100 miliar.

Guru besar bidang akuntansi ini mengungkapkan, salah satu riset yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan mobil listrik ini ialah suku cadang baterainya. ‘’Problem sampai sekarang di mobil listrik adalah untuk masalah baterai karena baterai akan memegang peran sekitar 30-35 % dari total cost. Nah ini yang masih cukup signifikan nilainya, maka bagaimana riset di bidang baterai harus kita kembangkan terus,’’ ujarnya.

Menristekdikti menjelaskan, saat ini Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah mengembangkan baterai lithium dan sudah masuk ke dalam industri. Pemerintah pun saat ini juga tengah mengembangkan pabrik baterai lithium untuk mobil listrik di Halmahera dan pembuatan plat nikel di Morowali. Dia berharap, hingga 2022 Indonesia sudah bisa memproduksi baterai yang dibutuhkan mobil listrik itu. Menurutnya, dengan pemakaian baterai lokal maka akan menekan harga mobil listrik itu nantinya.

Dia mengatakan, Presiden sudah menandatangani peraturan presiden terkait insentif yang akan diberikan kepada industri yang akan menghasilkan mobil atau motor listrik. ‘’Ini yang dilakukan supaya nanti apa yang didapatkan di antaranya terkait sama super tax deduction. Jadi pengurangan pajak yang berlipat bagi para industri yang mengembangkan teknologi baru khususnya di bidang kendaraan listrik,’’ imbuhnya.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa menyampaikan harapannya peluncuran Mobil Listrik Garuda UNY ini dapat mendorong UNY agar semakin berkembang dan menjadi kampus yang berkelas dunia. ‘’Saya berharap inovasi yang sudah dihasilkan ini dapat mendorong UNY semakin berkembang dan menjadi world class university sebagai upaya untuk ikut mengembangkan pembangunan
pendidikan di Indonesia,’’ tuturnya.
(cip)
Berita Terkait
25 Peneliti Ikut Pelatihan...
25 Peneliti Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Peneliti Kuantitatif Internasional
Menristek Sampaikan...
Menristek Sampaikan Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
UI Terima Dana Prioritas...
UI Terima Dana Prioritas Riset Nasional Rp9,8 Miliar
Kemenristek Dorong Peneliti...
Kemenristek Dorong Peneliti Berinovasi Ciptakan Produk yang Market Friendly
Wamendiktisaintek Stella...
Wamendiktisaintek Stella Christie: Duplikasi di Dunia Sains Itu Baik
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved