Akademisi Kritik Isi Ikrar Politik Aktivis 98 di Hadapan Jokowi

Senin, 17 Juni 2019 - 10:41 WIB
Akademisi Kritik Isi...
Akademisi Kritik Isi Ikrar Politik Aktivis 98 di Hadapan Jokowi
A A A
JAKARTA - Ikrar kelompok yang menamakan aktivis 98 dikritisi oleh Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun.

Kritik Badrun menyikapi satu dari delapan butir ikrar dalam piagam aktivis 98 itu yang menyatakan siap menjadi tulang punggung dalam mengawal dan mensukseskan Nawacita jilid dua bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Ikrar itu dibacakan saat acara halal bihalal di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu 16 Juni 2019 yang dihadiri Jokowi, kemarin.

"Agak aneh aktivis 98 bersedia menjadi tulang punggung seseorang," ujar Badrun dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (17/6/2019).

Ubedilah yang juga sebagai Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic and Law Studies (Cespels) ini menilai ikrar butir ke-8 itu memungkinkan ditafsirkan secara kuat bahwa kepentingan pragmatis sedang menghantui aktivis 98 faksi Adian Napitupulu.

"Langkah pragmatis di tengah luka korban kejahatan kemanusiaan," ujar Badrun yang juga merupakan aktivis 98 ini.

Kendati demikian, dia menghargai kenekatan mereka membacakan delapan butir piagamnya."Tetapi secara moral politik aktivis 98 faksi Adian ini telah menodai rakyat korban 98. Sampai saat ini kasus penembakan dengan peluru tajam pada peristiwa Trisakti dan Semanggi tak kunjung dituntaskan Pemerintah Jokowi padahal sudah berkuasa hampir lima tahun," ungkapnya.
Bahkan, lanjut dia, bulan Mei 2019 lalu terjadi lagi anak remaja belia ditembak peluru tajam saat menyaksikan rakyat memperjuangkan hak konstitusinya."Aktivis 98 faksi Adian ini membuat Ikrar di tengah derita keluarga korban dan rakyat banyak," katanya.
Diketahui, halal bihalal Aktivis 98 yang salah satu perwakilannya, Adian Napitupulu itu dihadiri oleh Presiden Jokowi.Ada delapan butir ikrar yang dibacakan dalam forum tersebut. Isinya terkait dasar pengabdian, cita-cita reformasi dan perjuangkan keadilan bagi pahlawan 98, menjadi lidah rakyat, jaga integritas, tolak korupsi, tolak politisasi agama, sikap jujur, dan turut serta dan bersedia menjadi tulang punggung dalam mengawal dan menyukseskan Nawacita jilid kedua bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
(dam)
Berita Terkait
Diskusi Interaktif 25...
Diskusi Interaktif '25 Tahun Reformasi, Kesaksian Pelaku Sejarah'
Peringati 25 Tahun Reformasi,...
Peringati 25 Tahun Reformasi, Barikade 98 Dukung Pemerintah Selesaikan Kejahatan HAM
21 Mei 1998 Presiden...
21 Mei 1998 Presiden Paling Lama Berkuasa Lengser
Peringati Reformasi...
Peringati Reformasi 1998, ICW: Kekacauan saat Ini Buah dari Reformasi
Kelompok NII Ingin Gulingkan...
Kelompok NII Ingin Gulingkan Pemerintahan Jokowi seperti Reformasi 1998
Apa Penyebab Reformasi...
Apa Penyebab Reformasi 1998 yang Kerap Disinggung Capres Ganjar?
Berita Terkini
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved