Fahri Hamzah: Sudah Cukup 21 Tahun Diam, Prabowo Harus Buka Semuanya

Selasa, 11 Juni 2019 - 12:58 WIB
Fahri Hamzah: Sudah...
Fahri Hamzah: Sudah Cukup 21 Tahun Diam, Prabowo Harus Buka Semuanya
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berharap Prabowo Subianto mengungkapkan secara gamblang mengenai peristiwa penculikan aktivis 1998 yang selama ini dituduhkan kepada mantan Danjen Kopassus itu.

Apalagi saat ini media kembali mengangkat kisah Tim Mawar dari Kopassus yang dikaitkan dengan penculikan aktivis 199.

"Kalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu. Agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR Pak prabowo," kata Fahri melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, Selasa (11/6/2019).

Menurut dia, kisah Tim Mawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) mebuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari Prabowo.

Padahal, kata Fahri, Prabowo adalah figur penting dan menentukan perjalanan bangsa ke depan. "Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar," kata Fahri.

Tidak hanya kepada Prabowo, Fahri juga meminta orang dekat Prabowo yang dianggap sebagai korban penculikan seperti Andie Arief, Pius Lustrilanang, Desmond J Mahesa juga mengungkap pengalamannya.

Menurut dia, publik perlu mendengar langsung dari Prabowo, orang yang selama ini paling banyak difitnah. "Menurut saya ini waktunya," ujar Fahri.

Fahri menilai jika terlalu banyak misteri yang tersimpan dari masa lalu, beban bangsa ini makin banyak. Oleh karena itu tugas mulia Prabowo untuk mengurangi beban bagi generasi yang akan datang.

Tujuannya, kata dia, agar sejarah negeri ini lebih bersih. Biar sejarah TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa.

Dia mengaku berkali-kali mendengar Prabowo akan menerbitkan buku tentang peristiwa 1998 tapi tidak terjadi. Alasa Prabowo ingin "menelan semua salah lembaga”.

Fahri menilai itu tidak fair. "Bukan saja untuk Pak Prabowo tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

Dia menegaskan jika dirinya menjadi Prabowo maka akan menceritakan semua yang terjadi. "Termasuk menyebut nama-nama yang ada dan harus dijelaskan. Biarlah publik yang menilai. Tidak Peduli ada pengadilan baru. Karena yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah, dikatakan. Itu saja," tutur Fahri.

Nama Tim Mawar Kopassus kembali muncul di tengah publik. Majalah Tempo menurunkan laporan mengenai dugaan keterlibatan mantan anggota Tim Mawar dalam kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei.
(dam)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Relawan Prabowo 2019...
Relawan Prabowo 2019 Banten Cabut Dukungan
Survei LSJ: 40,6 Persen...
Survei LSJ: 40,6 Persen Pendukung Jokowi di Pilpres 2019 Merapat ke Prabowo
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Berita Terkini
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Infografis
Rusia Harus Siap Bentrokan...
Rusia Harus Siap Bentrokan Langsung dengan NATO 10 Tahun Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved