TKN Berharap Ramadhan Jadi Momentum Rekonsiliasi Politik
Senin, 06 Mei 2019 - 15:08 WIB
TKN Berharap Ramadhan Jadi Momentum Rekonsiliasi Politik
A
A
A
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin berharap, kepada semua pihak untuk hentikan saling caci maki, fitnah, dan tuding menuding baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya.
Hal ini dikatakan Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding. Menurutnya, pihak TKN berharap bulan puasa menjadi momentum untuk rekonsiliasi politik antar peserta pemilu 2019.
"Bulan suci Ramadhan adalah momentum yang baik untuk membangun rekonsiliasi politik antar anak bangsa yang selama ini terbelah karena perbedaan pilihan di Pilpres 2019," ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/5/2019).
Selain menjadi momentum rekonsiliasi, Karding juga meminta semua pihak menahan diri untuk tidak menyakiti dan melukai hati sesama manusia di dunia maya.
"Medsos adalah ujian sekaligus godaan berat bagi orang-orang yang berpuasa. Kita barangkali bisa menahan diri untuk tidak berkata kasar dan tidak menebar fitnah di dunia nyata," ucapnya.
"Tapi belum tentu bisa melakukannya di dunia maya. Ini karena di dunia maya kita bisa menjadi siapa saja, bisa menyembunyikan identitas kita dari orang lain, termasuk bisa berpura-pura menjadi orang lain," sambungnya.
Selain itu di bulan Ramadhan ini, Karding juga meminta semua pihak untuk menghilangkan perbedaan antara kubu cebong maupun kampret.
"Mari kita mengisi bulan suci ramadhan ini dengan meningkatkan kualitas puasa kita. Jangan ada lagi sebutan-sebutan yang mendiskreditkan kepada mereka yang berbeda seperti cebong atau kampret," tandasnya.
Hal ini dikatakan Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding. Menurutnya, pihak TKN berharap bulan puasa menjadi momentum untuk rekonsiliasi politik antar peserta pemilu 2019.
"Bulan suci Ramadhan adalah momentum yang baik untuk membangun rekonsiliasi politik antar anak bangsa yang selama ini terbelah karena perbedaan pilihan di Pilpres 2019," ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/5/2019).
Selain menjadi momentum rekonsiliasi, Karding juga meminta semua pihak menahan diri untuk tidak menyakiti dan melukai hati sesama manusia di dunia maya.
"Medsos adalah ujian sekaligus godaan berat bagi orang-orang yang berpuasa. Kita barangkali bisa menahan diri untuk tidak berkata kasar dan tidak menebar fitnah di dunia nyata," ucapnya.
"Tapi belum tentu bisa melakukannya di dunia maya. Ini karena di dunia maya kita bisa menjadi siapa saja, bisa menyembunyikan identitas kita dari orang lain, termasuk bisa berpura-pura menjadi orang lain," sambungnya.
Selain itu di bulan Ramadhan ini, Karding juga meminta semua pihak untuk menghilangkan perbedaan antara kubu cebong maupun kampret.
"Mari kita mengisi bulan suci ramadhan ini dengan meningkatkan kualitas puasa kita. Jangan ada lagi sebutan-sebutan yang mendiskreditkan kepada mereka yang berbeda seperti cebong atau kampret," tandasnya.
(maf)