Lempar Isu Pemindahan Ibu Kota, Demokrat Nilai Jokowi Kurang Bijak

Rabu, 01 Mei 2019 - 09:28 WIB
Lempar Isu Pemindahan...
Lempar Isu Pemindahan Ibu Kota, Demokrat Nilai Jokowi Kurang Bijak
A A A
JAKARTA - Wacana pemindahan ibu kota dinilai tidak tepat digulirkan saat ini. Maka itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali melempar wacana pemindahan ibu kota tersebut dengan menggelar rapat kabinet terbatas beberapa hari lalu.

Ferdinand berpendapat, saat ini bukan momentum yang tepat untuk membicarakan wacana pemindahan ibu kota. "Saya pikir Pak Jokowi kurang bijak saat ini bicara tentang pemindahan ibu kota," ujar Ferdinand Hutahaean kepada SINDOnews, Rabu (1/5/2019).

Sebab, kata dia, Jokowi justru hingga saat ini tidak mengomentari proses perhitungan suara Pemilu 2019 yang banyak menimbulkan dugaan dan kecurigaan masyarakat tentang dugaan ketidaknetralan dan keberpihakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada petahana itu.

Menurut dia, seharusnya Presiden Jokowi saat ini lebih mengedepankan komentar-komentar terkait dengan demokrasi yang sedang berlangsung, serta menjaga demokrasi menjadi jujur dan adil. "Dan bukan malah mewacanakan melempar wacana terkait dengan pemindahan ibu kota saat ini," kata Ferdinand yang juga sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno ini. (Baca: Rencana Pemindahan Ibu Kota, Sekjen Perindo Sebut Ini Langkah Strategis).

Sehingga, dia menilai momentum Jokowi melempar wacana pemindahan ibu kota saat ini tidak tepat. "Saya pikir Jokowi bisa disebut sedang mengalihkan isu dari sebuah isu demokrasi yang memang sedang menyerang dirinya terkait dengan isu ketidaknetralan dan ketidakadilan dan melempar isu terkait dengan pemindahan ibu kota, saya pikir Pak Jokowi kurang bijak dalam hal ini," ujarnya.

Dia berpendapat, momentum yang tepat untuk membicarakan wacana pemindahan ibu kota itu setelah presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024 nanti dilantik. "Momentumnya memang sebaiknya pasca pemerintahan baru nanti ke depan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Denny JA Sebut Memindahkan...
Denny JA Sebut Memindahkan Ibu Kota Perlu Pemimpin yang Berani
6 Negara yang Gagal...
6 Negara yang Gagal Memindahkan Ibu Kota Negaranya
Ibu Kota Baru Dinilai...
Ibu Kota Baru Dinilai Harus Benar-benar Perhatikan Politik-Ekonomi
Pemuda Sulsel Didorong...
Pemuda Sulsel Didorong Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Catat! Ini 4 Tahapan...
Catat! Ini 4 Tahapan Pemindahan Ibu Kota Indonesia
Berita Terkini
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved