Hardiknas Jadi Momentum Perkuat Karakter Milenial Lawan Radikalisme

Rabu, 01 Mei 2019 - 01:41 WIB
Hardiknas Jadi Momentum...
Hardiknas Jadi Momentum Perkuat Karakter Milenial Lawan Radikalisme
A A A
JAKARTA - Perubahan zaman seiring pesatnya teknologi dan informasi telah mengguncang tata nilai dan moral generasi muda (milenial). Ironisnya, kemajuan teknologi dan informasi tidak hanya berdampak positif, tetapi memiliki dampak negatif luar biasa, misalnya munculnya sikap intoleransi dan radikalisme yang dapat mengarah pada terorisme.

Oleh karena itu, generasi milenial dinilai harus terus diberikan pendidikan karakter untuk membentengi diri dari serangan hal-hal negatif di atas.

“Masa depan Indonesia berada di pangkuan generasi milenial. Dalam mencapai negara sejahtera, damai, adil, dan makmur sebagaimana diamanatkan konstitusi maka generasi milenial harus terus diberikan pengajaran tentang pendidikan karakter, baik wawasan kebangsaan maupun ideologi Pancasila,” ujar pakar hukum Syaiful Bakhri, di Jakarta, Selasa 30 April 2019.

Menurut dia, saat ini generasi muda senang melihat perubahan. Karena itu, perubahan yang cenderung negatif harus dieliminasi. Sementara perubahan yang positif harus digalakkan.

Dengan penguatan karakter, otomatis proses eliminasi pengaruh negatif ini akan berjalan baik sehingga generasi milenial bisa menilai mana yang harus diikuti dan mana yang harus dihindari.

Dia setuju apabila Hari Pendidikan Nasional (Hardikans) 2 Mei 2019 menjadi momentum untuk menggelorakan penguatan karakter bangsa melalui pendidikan formal maupun nonformal. Apalagi saat ini, bangsa Indonesia tengah menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme,dan terorisme.

Untuk itu, Syaiful menilai harus terus ada inovasi dalam membangun generasi muda agar menjadi garda terdepan dalam membangun dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Syaiful mengapresiasi langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan program duta damai dunia maya. Menurut dia, program itu sangat tepat untuk mencetak generasi muda sebagai duta perdamaian untuk melawan propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya.

“Duta damai dunia maya menjawab sebuah tantangan terkait radikalisasi di dunia maya. Utamanya inovasi dan kreativitas melalui media siber sekaligus tonggak dalam perubahan menuju peradaban industri maupun pendidikan. Dengan inovasi dan kreativitasnya, generasi milenial bisa diandalkan untuk menghasilkan konten dan narasi damai,” paparnya.

Bahkan tidak hanya di Indonesia, lanjut Syaiful, BNPT telah melebarkan inovasinya dengan membentuk duta damai dunia maya Asia Tenggara. Menurut dia, model duta damai dunia maya ini sangat tepat karena anak muda memiliki kreativitas untuk membantu program-program pencegahan dengan bisa langsung merespons apa yang terjadi di masyarakat dunia.

“Ini sangat efektif, apalagi dilakukan anak-anak muda atau generasi milenial maka kemudian embrio atau basic terorisme bisa keluar dari akarnya, lalu membangun bersama-sama beradaban yang lebih damai,” ungkapnya.

Syaiful menilai, salah satu efek negatif media sosial adalah masifnya kelompok radikal memanfaatkan itu untuk melakukan propanganda. Adapun target penyebaran paham dan rekrutmen itu adalah generasi milenial.

Dengan demikian, kata dia, penguatan karakter milenial harus terus dilakukan di berbagai lini, mulai dari keluarga, lingkungan, sekolah, maupun tempat umum.

“Seperti duta damai dunia maya, mereka ditanamkan wawasan kebangsaan, penguatan ideologi, dilatih membuat dan menyebarkan konten damai. Intinya kalau pikiran dan jiwa anak muda dikuasai hawa damai, hawa NKRI, maka aspek negatif berupa intoleransi, radikalisme, dan terorisme, akan hilang,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Perlu Sanksi Sosial...
Perlu Sanksi Sosial bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga
Kasus Kekerasan Terhadap...
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Media Sosial Memprihatinkan
TikTok Akan Menghadapi...
TikTok Akan Menghadapi Tindakan Hukum di Australia
Cegah Aksi Brutal, Denmark...
Cegah Aksi Brutal, Denmark Blokir Sosmed untuk Pengguna Anak-anak
Kekerasan Daring dan...
Kekerasan Daring dan Luring
Pemuda Pukuli Wanita...
Pemuda Pukuli Wanita yang Diduga Kekasinya di Ende, Viral di Media Sosial
Berita Terkini
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved