Ini Kata Pengamat Militer Terkait Aksi Kapal Vietnam Tabrak KRI Tjiptadi

Selasa, 30 April 2019 - 16:14 WIB
Ini Kata Pengamat Militer...
Ini Kata Pengamat Militer Terkait Aksi Kapal Vietnam Tabrak KRI Tjiptadi
A A A
JAKARTA - Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati menilai insiden Kapal Pengawas Perikanan Vietnam yang nekat menabrak kapal perang KRI Tjiptadi 381 di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) tepatnya di Laut Natuna Utara merupakan ekses belum tuntasnya kesepakatan batas laut Indonesia dan Vietnam.

"Insiden semacam ini juga beberapa kali terjadi antara beberapa kapal perang RI dengan kapal-kapal negara tetangga lainnya," ujar perempuan yang akrab disapa Nuning, Selasa (30/4/2019).
(Baca juga: Protes Aksi Tabrak KRI Tjiptadi 381, Kemlu Panggil Dubes Vietnam)

Mantan Anggota Komisi I DPR ini mengatakan sesuai dengan Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982) setiap negara pantai memang memiliki kewenangan untuk menarik garis batas lautnya sesuai mekanisme yang berlaku. Kewenangan tersebut mengacu kepada status negara tersebut apakah negara kepulauan atau bukan negara kepulauan.

"Status inilah yang seringkali diabaikan atau sengaja diabaikan oleh suatu negara pantai ketika melakukan klaim batas laut sehingga seringkali memantik konflik dengan negara lain," ucapnya.

Menurut Nuning, klaim batas laut suatu negara harus didukung pula dengan data geografis dan geologis dalam suatu perundingan. Sayangnya negara pantai kadang lebih menonjolkan data-data sejarah yang sudah pasti bersifat sepihak.

"Indonesia dapat lebih menonjolkan semangat ASEAN untuk mengajak Vietnam mempercepat penyelesaian batas laut," katanya.

Masih banyak persoalan regional yang harus dihadapi Indonesia dan Vietnam secara bilateral ataupun dalam kerangka ASEAN. "Implementasi ASEAN Community yang telah dicanangkan sejak 2015 seharusnya menjadi instrumen yang dapat mempercepat penyelesaian batas laut kedua negara," tutup Nuning.
(kri)
Berita Terkait
KSAL Bakal Perkuat Pertahanan...
KSAL Bakal Perkuat Pertahanan Bahari di Wilayah Perbatasan
Konjen Singapura Datangi...
Konjen Singapura Datangi Batam, Bahas Keamanan Laut Perbatasan Indonesia-Singapura
Aspotmar KSAL Sampaikan...
Aspotmar KSAL Sampaikan Pengembangan Potensi Kelautan di Pulau Sekatung Natuna
Antisipasi Kejahatan...
Antisipasi Kejahatan di Laut Indonesia, Bakamla Gelar Patroli Bersama di Perbatasan
Jaga Perbatasan dari...
Jaga Perbatasan dari Penyelundupan, Bea Cukai Aceh Gelar Patroli Laut
Tegas! Panglima TNI...
Tegas! Panglima TNI Siapkan Operasi Pasukan di Perbatasan Laut Natuna
Berita Terkini
Operasional Haji 2026...
Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
Imparsial Minta Polisi...
Imparsial Minta Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
1 Polisi Gugur dan 2...
1 Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Residivis Narkoba, Bareskrim Buru Bandar
Brigjen Pol LMI Jadi...
Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Pengamat Apresiasi Sikap Tegas Polri
Mendorong Kebijakan...
Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan
Polda Metro Jaya Optimistis...
Polda Metro Jaya Optimistis Praperadilan Roy Suryo Ditolak Hakim
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved