Klaim Kemenangan 02 oleh Amien Rais Direspons Tim Jokowi-Ma'ruf
Jum'at, 26 April 2019 - 12:55 WIB
Klaim Kemenangan 02 oleh Amien Rais Direspons Tim Jokowi-Ma'ruf
A
A
A
JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Inas N Zubir menyindir pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.
Sindiran dikemukakan, setelah sebelumnya mantan Ketua MPR itu kembali mengklaim pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno menang Pilpres 2019, pada 'Syukuran dan Munajat Kemenangan Prabowo-Sandi' bersama para relawan 02 di Gedung Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu 24 April 2019.
"Dari mana Amien Rais menghitungnya? KPU saja belum selesai menghitung jumlah suara yang diraih paslon 01 maupun paslon 02. Pak Amien sepertinya sering berjalan sambil tertidur, lalu mimpi dan mengigau. Ayo bangun Amien Rais, jangan mengigau terus," ujar Inas dalam rilisnya kepada SINDOnews, Jumat (26/4/2019).
Inas kemudian teringat pernah memberi gelar politikus comberan pada seseorang, karena omongan dan nalar sosok tersebut tidak berbeda dengan pencari rongsokan di comberan.
"Misalnya, menyebut Pak Jokowi dengan nama Pak Jae, itu kan kebiasaan para pemulung di kalicomberan, lebih parah lagi nalar yang mengucapkan itu enggak sampai ketika menggunakan istilah bebek lumpuh, atau lame duck," katanya.
Menurut Ketua DPP Partai Hanura ini,lame duck governmentadalah fenomena yang biasa terjadi pascapemilu dan lazim terjadi di berbagai negara demokratis yang pemerintahannya mulai kehilangan power, baik karena popularitasnya atau menjelang peralihan kekuasaan.
"Sedangkan Jokowi, sama sekalitidak kehilangan popularitas dan belum tentu mengalihkan kekuasaannya kepada yang lain, karena dipastikan tetap berkuasa sampai 2024," katanya.
Inas merujuk quick count sejumlah lembaga survei yang menempatkan keunggulan Jokowi-Amin, usai pemungutan suara 17 April lalu. Selain itu, real count sementara KPU juga menunjukkan keunggulan pasangan capres nomor urut 01.
Sindiran dikemukakan, setelah sebelumnya mantan Ketua MPR itu kembali mengklaim pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno menang Pilpres 2019, pada 'Syukuran dan Munajat Kemenangan Prabowo-Sandi' bersama para relawan 02 di Gedung Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu 24 April 2019.
"Dari mana Amien Rais menghitungnya? KPU saja belum selesai menghitung jumlah suara yang diraih paslon 01 maupun paslon 02. Pak Amien sepertinya sering berjalan sambil tertidur, lalu mimpi dan mengigau. Ayo bangun Amien Rais, jangan mengigau terus," ujar Inas dalam rilisnya kepada SINDOnews, Jumat (26/4/2019).
Inas kemudian teringat pernah memberi gelar politikus comberan pada seseorang, karena omongan dan nalar sosok tersebut tidak berbeda dengan pencari rongsokan di comberan.
"Misalnya, menyebut Pak Jokowi dengan nama Pak Jae, itu kan kebiasaan para pemulung di kalicomberan, lebih parah lagi nalar yang mengucapkan itu enggak sampai ketika menggunakan istilah bebek lumpuh, atau lame duck," katanya.
Menurut Ketua DPP Partai Hanura ini,lame duck governmentadalah fenomena yang biasa terjadi pascapemilu dan lazim terjadi di berbagai negara demokratis yang pemerintahannya mulai kehilangan power, baik karena popularitasnya atau menjelang peralihan kekuasaan.
"Sedangkan Jokowi, sama sekalitidak kehilangan popularitas dan belum tentu mengalihkan kekuasaannya kepada yang lain, karena dipastikan tetap berkuasa sampai 2024," katanya.
Inas merujuk quick count sejumlah lembaga survei yang menempatkan keunggulan Jokowi-Amin, usai pemungutan suara 17 April lalu. Selain itu, real count sementara KPU juga menunjukkan keunggulan pasangan capres nomor urut 01.
(maf)