BPN Prabowo-Sandi Cium Aroma Kecurangan Sistemik Pemilu 2019

Senin, 22 April 2019 - 19:53 WIB
BPN Prabowo-Sandi Cium...
BPN Prabowo-Sandi Cium Aroma Kecurangan Sistemik Pemilu 2019
A A A
JAKARTA - Aroma kecurangan Pemilu 2019 secara sistematik dicium oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Yakni, mulai dari indikasi ketidaknetralan aparat kepolisian hingga upaya penghilangan suara masyarakat dalam proses perhitungan hasil pemilu.

"Di Sumbar ada satu gudang kertas suara terbakar, di Sumut seorang bupati mengundurkan diri. Di Nias ada bupati marah karena C1-nya disimpan seseorang. Di berbagai tempat ada polisi-polisi merebut, mengambil dengan paksa C1," ujar Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Dia melanjutkan, hal tersebut merupakan satu gejala mobilisasi tindakan aparat yang menunjukkan ketidaknetralan. Karut marut daftar pemilih tetap (DPT) hingga kebijakan kotak suara kardus pun disinggungnya.

Sudirman berpendapat masyarakat saat ini bisa melihat betapa kelirunya penggunaan kotak suara kardus di Pemilu 2019. "Kena banjir hancur, dibakar mudah terbakar, bahkan lucu gembok dibuka dengan gunting," papar mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.

Dia berpendapat serangkaian proses yang diungkapkannya tadi berpotensi menciderai hasil Pemilu 2019. Maka itu, BPN Prabowo-Sandi mengajak masyarakat bersama-sama menjaga proses perhitungan suara hingga tuntas.

"Apa pun hasil pemilu ini adalah hasil yang diciderai proses tadi. Angka apa pun wajib dicurigai sebagai hasil dari ketidakfairan. Yang punya kesempatan untuk tidak fair siapa, kan tidak mungkin penantang. Kita tidak punya kepanjangan tangan, kita tidak punya aparat, kita tidak punya struktur," jelasnya.

Sudirman menambahkan perjuangan yang ditempuh BPN bukan demi kemenangan Prabowo-Sandiaga. Lebih dari itu, perjuangan pasangan calon nomor urut 02 adalah untuk mewujudkan keadilan dan kedaulatan suara rakyat di Pemilu 2019.

"Jadi tidak boleh mencuri suara siapa pun, baik 01 maupun 02 suaranya harus kita perjuangkan agar betul-betul mendapatkan hasil yang adil. Insya Allah kita bisa meluruskan sejarah bahwa pemilu ini tidak boleh dicurangi hanya karena ada orang yang ingin berkuasa dengan segala cara. Itu dosa sejarah yang sangat berat bila sampai terjadi," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Apakah Bulan Puasa 2025...
Apakah Bulan Puasa 2025 Sekolah Libur? Ternyata Adalah Janji Prabowo-Sandi Waktu Pemilu 2019
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved