Proses Pemilu Tak Bisa Diselesaikan dengan Adu Kuat dan Massa

Kamis, 18 April 2019 - 19:53 WIB
Proses Pemilu Tak Bisa...
Proses Pemilu Tak Bisa Diselesaikan dengan Adu Kuat dan Massa
A A A
JAKARTA - Seluruh elemen masyarakat diminta menahan diri dan menghormati apa pun kehendak rakyat yang telah tersalurkan melalui proses Pemilu, Rabu 17 April 2019.

Dalam sebuah kontestasi politik menang kalah dinilai wajar. "Jerih payah harus dihargai sebagai proses demokrasi. Pada akhirnya ada yang menang ada yang kalah. Saya pernah merasakan kekalahan, tapi ini adalah tahapan yang harus diikuti dan dihormati bersama," kata Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melalui keterangan tertulis, Kamis (18/4/2019).

Gus Ipul mengaku tentu ada catatan bagi kandidat dan keberatan atau masalah yang muncul. Kendati demikian semuanya tidak bisa diselesaikan melalui jalur pengerahan massa.

Para tokoh diharapkan juga tidak sembarangan mengumbar pernyataan yang memancing perpecahan di tengah masyarakat.

"Tidak bisa dengan cara adu kuat. Kalau adu kuat bisa sama-sama kuat. Kalau yang kalah punya massa, yang menang juga punya massa yang jauh lebih besar. Kami percaya Pak Jokowi dan Prabowo adalah tokoh bangsa yang setelah pilpres mampu merukunkan kembali," tuturnya.

Menurut dia, jika menemukan masalah dalam proses pemilu kali ini maka ada jalurnya yang harus dilewati, yakni jalur hukum bukan jalur jalanan apalagi jalur aksi massa atau people power yang belakangan sering disuarakan beberapa pihak.

Gus Ipul juga mengatakan, untuk meredam massa, para kiai-kiai sepuh di Jawa Timur juga segera menggelar pertemuan guna mendorong situasi tetap damai dan tenang.

"Kami semua ingin yang menang tidak jumawa yang kalah bisa lapang dada. Yang menang dan kalah bisa saling menghormati," ujarnya.

Sementara itu, Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) meminta seluruh peserta pemilu dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya bisa menghormati apa pun hasil pemilihan yang telah selesai digelar serentak Rabu 17 April 2019.

"Siapa yang akan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden untuk periode lima tahun ke depan harus sama-sama kita hormati dan dukung. Semua pihak harus dengan ikhlas dan lapang dada, dipenuhi rasa tanggung jawab untuk keselamatan, persatuan dan kesatuan NKRI," tutur Ketua IGGI Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) dalam keterangan persnya, Kamis (18/4/2019).

Dia juga meminta seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh partai politik untuk memperkuat edukasi politik kepada warga bangsa dengan tidak menebar provokasi, ujaran kebencian dan cara cara inkonstitusional yang dapat membahayakan stabilitas nasional seperti aksi protes massal dengan people power.

"Setiap bibit konflik yang mengarah kepada disintegrasi bangsa harus dicegah sedini mungkin. Mari jaga silaturahmi, sudah saatnya kita semua bersatu kembali karena sejatinya semua kita adalah bersaudara," tutur Gus Fahrur.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved